Arsitektur

Konten yang berisi materi, tugas, dan karya, khususnya saat menjadi mahasiswa arsitektur.

Grafis

Konten yang berisi kumpulan dan koleksi karya grafis pribadi.

Islam

Konten yang berisi pemahaman materi, perspektif pribadi, dan artikel ringan yang dikemas dalam bahasa yang mudah dimengerti.

Informatika

Konten yang berisi kumpulan materi dan karya dalam menggarap bidang informatika.

Wisata

Konten yang berisi catatan perjalanan dalam berwisata, baik berupa sekedar jalan-jalan, backpacking, studi banding, tour, dll.

Jumat, 31 Mei 2013

Sejarah Arsitektur: Arsitektur Barok dan Rokoko

V. Masa Renaisans

- Budaya: ilmiah, sekuleris
- Nilai: humanisme, proto-kapitalisme
- Warisan: grafis: perspektif, gambar teknik
- Keprofesian arsitek: bersifat seniman
- Keterangan: kembalinya arsitektur klasik, awal era modern

Masa kegelapan terjadi ketika Kekaisaran Romawi hancur menjadi kerajaan-kerajaan vasal sedangkan Kehalifahan Islam yang telah menghancurkan Kekaisaran Persia semakin meluas dari Asia, Afrika, hingga Eropa. Kerajaan-kerajaan vasal sibuk memperbutkan kekuasaan dan arsitektur romanesk serta arsitektur gotik hadir sebagai saksi sejarah yang gelap ketika Kekhalifahan Islam mendirikan provinsi Andalusia di semenanjung Spanyol dan arsitektur islam hadir sebagai saksi sejarah lahirnya sains modern. Andalusia menerapkan keseimbangan dalam hal monastik agama Islam juga banyak menerjemahkan manuskrip filsafat Yunani yang sekuleris dunia sehingga lahirlah filsafat-filsafat yang saling memperkuat dalil agama dan rasio dunia. sehingga mendukung lahirnya sain modern.

Masa kegelapan mulai memuncak ketika kerajaan-kerajaan vasal mulai berperang secara bar-bar memperebutkan Andalusia karena kesejahteraan negerinya. Kerajaan vasal menggunakan ideologi monastik kristennya untuk menyerang keislaman Andalusia yang semakin mengecil. Sains modern yang sedang berkembang di Andalusia mulai diadaptasi oleh aggressor-aggressor vasal sehingga mulai tersebarlah sains modern di Eropa. Lama-kelamaan sains yang menjadi konsumsi umum di Eropa membuat revolusi (perubahan) dalam peradaban. Budaya-budaya monastik buta tanpa rasio mulai ditinggalkan secara keseluruhan, sekuleris menyebar dengan menjunjung tinggil akal, agama di eropa kini hanya menjadi simbol tanpa arti, dan filsafat mulai digemari layaknya pada masa klasik, inilah saat kelahiran masa renaisans (pencerahan).

Di era renaisans, arsitektur sebagai produk budaya di Eropa kembali menggunakan langgam klasik (arsitektur neo-klasik) yang bernilai sama dengan masa klasik yakni rasionalisme. Dalam perkembangannya, era renaisans berpengaruh dalam mengubah paradigma arsitektur sebagai produk yang sakral (gereja) menjadi lebih profan (umum atau pemerintahan) bahkan memprofankan hal sakral (patung dan lukisan Yesus). Kembali menerapkan nilai-nilai arsitektur klasik dalam mengatasi arsitektur gotik yang dianggap semakin melenceng dari kaidah keindahan sesuai dengan arsitektur klasik sebagai dasarnya (karena arsitektur gotik lahir dari arsitektur klasik).

Di era renaisans, bangunan banyak didirikan oleh insinyur yang dianggap mampu membuat bangunan dengan sempurna sesuai dengan rasio. Adanya sekolah, kesenjangan antara arsitek dan tukang menjadi embrio budaya kapitalisme yang akan berkembang selanjutnya.

IV. Arsitektur Barok dan Rokoko

- Budaya: borjuis, sekuleris
- Nilai: manerisme (mengatasi renaisans), proto-sosialisme
- Preseden: arsitektur klasik, seni renaisans, arsitektur gotik
- Contoh
: Basilica of Santa Maria degli Angeli, Italia; Queluz National Palace, Portugal; St. Peter Basillica, Italia; San Giovanni Basilica, Italia; Royal Palace of La Granja de San Ildefonso, Spanyol; Sant'Agnese in Agone, Italy; Cathedral Metropolitania Mexico; Castello di Racconigi, Italia; Royal Palace Madrid, Spanyol; Santiago de Compostela Cathedral, Spanyol; Catherine Palace, Rusia
- Keprofesian: arsitek terkenal: Agostino Vallini, Cardinal Vicar, Carlo Maderno, Donato Bramante, Filippo Juvarra, Francesco Borromini, Giacomo Barozzi da Vignola, Gian Lorenzo Bernini, Johann Friedrich Braunstein, Mateus Vicente de Oliveira

Orang kaya-orang kaya baru (bukan berdarah bangsawan) muncul akibat era renaisans, agama mulai ditinggalakan dan masyarakat mulai sibuk dengan urusan sekuler seperti perdagangan. Uang sebagai modal semakin membuat budaya kapitalisme berkembang dan mulai terjadinya kesenjangan sosial di masyarakat. Orang kaya-orang kaya baru ini kemudian mulai menguasi masyarakat karena kekuasaan dan gelar kebangsawanpun mulai ditinggalkan.

Orang kaya-orang kaya baru ini memainkan peran yang penting dalam budaya saat itu dan untuk menunjukan kekuasaannya mereka mulai bermegah-megahan untuk membuat karya arsitektur hasil dari imajinasi dan angan-angan mereka baik itu berupa tempat tinggal pribadi sampai tempat peribadatan dengan mencampurkan seluruh gaya arsitektural yang ada sehingga membuat karya arsitektur tersebut detail dan fantastis.


Gambar: Giacomo Barozzi da Vignola - Basilica of Santa Maria degli Angeli, Italia

Arsitektur Barok di atas memeperlihatkan bahwa arsitektur ini mengembangkan arsitektur gotik, dapat dilihat dari elemen bangunan yang mirip namun memiliki perbedaan dalam segi kerumitan detail dekorasi yang lebih ekstrem dari arsitektur gotik ditambah elemen patung dan relief.

Perlu dicatat bahwa memang tidak semua arsitektur barok dan arsitektur rokoko dimiliki oleh borjus, bangsawan dan pemuka agama pun mengikuti tren ini akibat budaya renaisans yang kemudian membaur dengan bias gotik ini namun memang peran bangsawan dan pemuka agama tidak sebesar borjuis yang banyak memakai langgam arsitektur ini 


Gambar: Mateus Vicente de Oliveira - Queluz National Palace, Portugal

 Gambar: Donato Bramante, Michelangelo, Carlo Maderno and Gian Lorenzo Bernini - St. Peter Basillica, Italia

Arsitektur barok dan arsitektur rokoko adalah nama langgam arsitektur hasil imajinasi orang kaya baru (borjuis) ini memiliki 2 kepribadian yang bergantung pada kepribadian borjuis itu sendiri. Arsitektur barok lebih menitikan pada elemen bayangan pada karya arsitektur, gelap, mencekam, khidmat. Arsitektur rokoko lebih arogan menitik beratkan pada detail, cerah, mengagumkan, dan agung. Kedua arsitektur ini bertujuan hal yang sama yakni bermegahan dengan detail keindahan.

Berikut contoh arsitektur barok:

Gambar: Agostino Vallini, Cardinal Vicar - San Giovanni Basilica, Italia

Gambar Filippo Juvarra - Royal Palace of La Granja de San Ildefonso, Spanyol

Gambar: Francesco Borromini - Sant'Agnese in Agone, Italy

Gambar: Cathedral Metropolitania Mexico

Berikut contoh arsitektur rokoko:

Gambar: Guarino Guarini - Castello di Racconigi, Italia

Gambar Filippo Juvarra - Royal Palace Madrid, Spanyol

Berikut contoh yang mungkin paling eksetrem untuk arsitektur barok yang seperti candi dengan banyak mencampuradukan gaya arsitektur ditambah warna kelam dan arsitektur rokoko yang sangat mewah ditambah cat yang mencolok:
Gambar Santiago de Compostela Cathedral, Spanyol

Gambar Johann Friedrich Braunstein - Catherine Palace, Rusia

Arsitektur barok dan arsitektur rokoko ini justru menjadi simbol pergerakan borjuis dalam mengatatasi era renaisans karena era tersebut cukup mengekang kemerdekaan, keuntungan hanya berputar di golongan para bangsawan yang melupakan hidup rakyat jelata. Era kemerdekaan inipun ditandai oleh melencengnya gaya arsitektur barok dan arsitektur rokoko dari arsitektur klasik dan seni renaisans yang umum saat itu dilihat dengan mencampurkan banyak langgam yang ada. Nampak budaya seperti ini merupakan pengaruh bias arsitektur gotik yang juga banyak bereksperiman dengan langgam lain dan dianggap melenceng dari kaidah keindahan sesuai dengan arsitektur klasik. Era kemerdekaan ini juga lagi-lagi ditandai oleh arsitektur barok dan arsitektur  rokoko yang dalam pembuatannya menggunakan sistem guilda dimana tukang-tukang dipekerjakan dalam rangka memperbaiki kondisi finasial mereka sebagai kepedulian dari borjuis terhadap sesamanya yang bukan bangswan. Budaya ini akan menjadi embrio budaya sosialisme yang akan selalu menentang budaya kapitalisme.

Selasa, 21 Mei 2013

Sejarah Arsitektur: Arsitektur Gotik

IV. Arsitektur Gotik

- Budaya: vasal, monastik
- Nilai: feodalisme
- Preseden: arsitektur klasik, arsitektur romanesk, arsitektur islam, & arsitektur mesopotamia
- Contoh: St. Albans Cathedral, Inggris; Salisbury Cathedral, Inggris; Notre Dame, Prancis; Wells Cathedral, Inggris; Florence Cathedral, Italia; St. Vitus Cathedral, Ceko;  Chartres Cathedral, Prancis
-  Unit: apase, ambulatory, cellar, chevet/cradle, nave
- Warisan: struktur: flying buttress, vaulting, bracing, diversifikasi kuda-kuda; tipologi: rumah, basilika (gereja), kastil
- Keprofesian arsitek: ada bersifat arcpriest dan seniman

Byzantium (Romawi Barat) adalah penerus tahta Romawi yang masih berdaulat didaerah Eropa Timur, bersebelahan dengan Kekhalifahan Islam di semenanjung Arab dan Kekaisaran Persia di dataran Mesopotamia. Byzantiumpun tak beda halnya dengan saudaranya Eropa Baratnya, mereka mengalami dark age setelah lesu akibat peperangan berabad-abad dengan Kekaisaran Perisa dan agresi Kekhalifahan Islam ke dataran Afrika Utara, Palestina, dan Turki.

Byzantium tidak mengalami masa feodalisme separah Prancis, Jerman, dll. karena sejarah kerajaan itu lenyap dengan cepat dari muka bumi dalam beberapa dekade selanjutnya akibat meluasnya Kekhalifahan Islam ke Asia Tengah (Persia), Afrika Utara (Mesir), Eurasia (Syam), Eropa Selatan (Andalusia), dan Eropa Timur (Byzantium sendiri). Namun dalam sejarahnya Byzantium memiliki andil banyak dalam penerapan arsitektur bahkan melahirkan langgam baru yang kelak akan memberi bias pada era modern.

Arsitektur gotik adalah perkembangan dari arsitektur klasik yang lahir di Eropa Timur mirip dengan saudaranya arsitektur romanesk yang lahir di Eropa Barat. Secara umum arsitektur gotik masih mempermainkan gubahan arsitektur klasik seperti arsitektur romanesk, namun Kerajaan Byzantium sebagai tempat berkembangnya arsitektur ini bertetangga dengan Kehalifahan Islam dan Kekaisaran Persia sehingga banyak elemen arsitektur islam dan arsitektur mesopotamia  yang mempengaruhi dan diadaptasi pada arsitektur gotik seperti elemen kubah dan ornamen fasad.

Gambar St. Albans Cathedral, Inggris


Gambar Salisbury Cathedral, Inggris

 Gambar Notre Dame, Prancis



Gambar Wells Cathedral, Inggris

Gambar Florence Cathedral, Italia


Gambar St. Vitus Cathedral, Ceko

 Gambar Chartres Cathedral, Prancis


Lihat bagaimana arsitektur gotik lebih bereksperimen dalam mendekorasi fasad dengan sangat detail, cukup kontras dengan arsitektur romanesk yang datar dan sedikit ornamen. Lihat pula ornamen-ornamen yang banyak terpengarushi oleh arsitektur lain.

Gambar Shah Mosque, Iran

Gambar interior Shah Mosque, Iran 

 Friday Mosque, Afghanistan

Si-o-se-Pol, Iran

Arsitektur gotik juga menerapkan solusi struktur bagi bangunan-bangunannya yang menjulang tinggi, seperti halnya arsitektur romanesk yang mengandalkan sistem triforium untuk menyangga bangunan, arsitektur gotik mengandfalkan sistem flying buttress. Sistem flying buttress pada dasarnya adalah sistem triforium, namun arsitektur gotik lebih bereksperimen dalam hal struktur. Bidang penyangga triforium dicoak hingga menjadi struktur yang organik, lebih meruang. Luar biasanya, selain flying buttress seluruh dinding dan elemen vertikal merupakan penyangga beban bangunan, bahkan hingga tralisnya sekalipun.

 Gambar struktur flaying buttres yang merupakan garapan dari struktur triforium yang dicoak

 Gambar penampang vault pada arsitektur romanesk dan arsitektur gotik yang juga mencoak vault

Gambar desain vault dan tralis sebagai upaya penahan beban berupa sistem vaulting dan sistem bracing

Lihat pula bagaimana perbedaan penerapan sistem triforium dan sistem flying buttress pada St. Albans Cathedral, Inggris yang masih menggunakan triforium dan Notre Dame, Prancis yang sudah menggunakan flying buttress pada contoh gambar bangunan di atas.

 Gambar denah (dari kiri ke kanan) Amiens Cathedral, Prancis dan Wells Cathedral, Inggris

Pada saat itu, profesi arsitek meredup , seperti halnya yang terjadi di arsitektur romanesk. Arsitektur gotik memperlihatkan betapa  merdeka, harmoni, dan sosialisnya sebuah nilai budaya, berkebalikan dengan arsitektur romanesk (klasik). Kedua arsitektur ini kedepannya akan memberikan bias pada perkembangan dan pertarungan gaya dalam arsitektur modern. Battle of style.

Sejarah Arsitektur: Arsitektur Romanesk

III. Arsitektur Romanesk 

- Budaya: vasal, monastik
- Nilai: feodalisme
- Preseden: arsitektur klasik, arsitektur merovingian, arsitektur carolingian, dan arsitektur ottonian
- Contoh: Santa Maria del Naranco, Spanyol; St. Philibert Church, Prancis; St. James Abbey Church, Hungaria; Santa Maria in Cosmedin, Italia; San Martín de Tours Church, Spanyol; Cerisy le Foret Abbaye, Prancis; Nivelles Collegiate Church, Belgia; Tum Collegiate Church, Polandia; Maria Laach Abbey, Jerman; Tewkesbury Abbey, Inggris; Fontevrault Abbey, Prancis; St. Foy Abbey Church, Prancis; Bonanno Pisano, Guglielmo - Cathedral Square and Learning Tower of Pisa, Italia
-  Unit: apase, ambulatory, cellar, chevet/cradle, nave
- Warisan: struktur: triforium; tipologi: rumah, basilika (gereja), balai kota, kastil, desain kolom: salvaged coloumn, drum coloumn, hollow coloumn;  desain vault: arrel vault, groin vault, ribbed vault; desain menara

- Keprofesian: ada bersifat archpriest, arsitek terkenal Bonanno Pisano

- Keterangan:  Pada saat arsitektur romanesk berkembang di Eropa Barat di saat yang sama arsitektur islam dan arsitektur mesopotamia sedang berkembang di Arab dan Persia yang nantinya akan mempengaruhi arsitektur gotik di Eropa Timur

Romawi dengan imperium besarnya hancur, terpecah menjadi Romawi Timur dan Romawi Barat (Byzantium). Romawi Timur akan terpecah kembali menjadi beberapa kerajaan kecil (vasal) yang sama-sama berdaulat. Munculnya kerajaan vasal ini merupakan pertanda dimulainya era feodalisme dimana bangsawan berebut menjadi raja, saling mempertahankan wilayah kekuasaan, dan melupakan kesejahteraan rakyat dan di sisi lain dimulai dimulai pula era monastik dimana pendeta Kristen (hasil adaptasi dari kepercayaan Romawi) berlomba menjadi orang suci, menerapkan agama secara buta tanpa rasio, dan melupakan keimanan umat. Era ini dikenal dengan nama dark age (zaman kegelapan).

Romawi kecil ini banyak terbagi menjadi beberapa wilayah di Prancis, Jerman, dll. Setiap kerajaan vasal berlomba untuk mensejahterakan pemimpinnya dan golongan bangsawan. Ketika rakyat tinggal digubuk-gubuk, penguasa serta pendeta banyak membangun kastil dan gereja megah adaptasi arsitektur klasik yang difeodalisasi demi penguasa dan menjadi barang mewah.

Arsitektur romanesk sejatinya adalah perkembangan dari arsitektur klasik. Masih dengan tipologi yang sama bahkan kembali lagi pada material batu (karena bangunan perlu tahan api dari demonstrasi rakyat).  Yang membedakan arsitektur romanesk dengan arsitektur klasik adalah teknologi struktur dalam membangun.


Gambar Santa Maria del Naranco, Spanyol




Gambar St. James Abbey Church, Hungaria
  
Arsitektur Romanesk di atas memperlihatkan bahwa arsitektur ini mengembangkan arsitektur klasik, dapat dilihat dari tipologi bangunannya yang nyenyerupai Athens Partenon, Yunani atau Maison Carrée, Prancis, hanya saja bangunan ini diberi dinding pengisi berupa batu, bukan hanya sekedar kolom



 
Gambar St. Philibert Church, Prancis


Gambar Santa Maria in Cosmedin, Italia

Arsitektur romanesk menginginkan kesan megah, sehingga bangunan dibesarkan dan ditinggikan. Namun untuk sebuah bangunan dari batu, arsitektur romanesk memerlukan teknik baru dalam membangun untuk menyangga strukturnya yang meninggi (vaulting). Struktur vaulting ini menyebabkan adanya beban samping, untuk mengatasi itu dibuatlah nave/bracing (dinding massive penyangga) untuk menyangga, dengan konsekuensi bangunan menjadi lebih lebar dan dengan adanya nave itu bagian dibawahnya dapat dimanfaatkan menjadi ruangan. Stuktur ini dikenal dengan istilah triforium.



Gambar struktur triforium pada arsitektur romanesk

Gambar penampang nave pada arsitektur romanesk

Arsitektur Romanesk dikenalkan oleh suku Merovingian, Carolingian and Ottonian (bangsa Franks/Perancis) melalui arsitektur tradisional mereka (arsitektur merovingian, arsitektur carolingian, dan arsitektur ottonian), namun perkembangannya semakin pesat saat kerajaan vasal bermunculan. Kerajaan-kerajaan vasal mengambil kosa kata arsitektur tradisional suku-suku tersebut dan mengelaborasinya dengan arsitektur klasik, sehingga terciptalah arsitektur romanesk yang menyebar ke seluruh Eropa dengan gaya kerajaan vasalnya tersendiri.

Gambar San Martín de Tours Church, Spanyol

  
 Gambar Cerisy le Foret Abbaye, Prancis

Gambar Nivelles Collegiate Church, Belgia 

Gambar Tum Collegiate Church, Polandia

Gambar Maria Laach Abbey, Jerman

Gambar Tewkesbury Abbey, Inggris

Arsitektur romanesk berkembang hingga bukan lagi satu massa bangunan, namun meluas menjadi sebuah komplek bangunan.

Gambar Fontevrault Abbey, Prancis

Gambar St. Foy Abbey Church, Prancis

Gambar Bonanno Pisano, Guglielmo - Cathedral Square and Learning Tower of Pisa, Italia

Arsitektur romanesk memiliki kosa kata yang khas seperti pada bukaan, kolom, maupun menara. Bentuk bukaan pada arsitektur romanesk didominasi oleh arch (lengkungan), ada arch menempel pada fasad, arch menjadi curtain wall (dinding bagian depan), arch menempel pada massa bangunan tambahan, arch berupa susunan kolom, dan arch hiasan pada bukaan persegi. Contohnya ada pada gambar di bawah ini secara berurut dari kiri ke kanan:

 Gambar bukaan (dari kiri ke kanan) Notre Dame du Puy, Prancis; Saint Ambrogio Chruch, Italia; Nivelles Collegiate Church, Belgia

Gambar bukaan (dari kirai ke kanan) St. Peter Cathedral, Jerman; Saint Pierre Moissac Abbey, Prancis

Denah pada arsitektur romanesk masih seperti pada arsitektur klasik yang persegi dan lingkaran, namun diberi massa tambahan sehingga untuk bangunan monastik (gereja) banyak denah yang berbentuk salib.

Gambar denah (dari kirai ke kanan) St. Peter Cathedral, Jerman; Speyer Cathedral, Jerman; Auntun Cathedral, Prancis; Fontevrault Abbey, Prancis

Kolom sebagai penyalur beban memiliki berbagai macam bentuk yakni, salvaged coloumn yang berbentuk persegi, drum coloumn  yang berbentuk lingkaran, dan hollow coloumn yang besar namun tidak massive. Contohnya ada pada gambar di bawah ini secara berurut dari kiri ke kanan:

Gambar kolom (dari kiri ke kanan) Mainz Cathedral, Jerman; Durham Cathedral, Inggris; Malmesbury Abbey, Inggris

Kepala kolompun memiliki berbagai macam desain tidak lagi mengikuti greek order/roman order, detail datar dengan dekorasi bentuk, detail dengan mencoak bentuk, detail pahatan wajah manusia, detail pahatan dekoratif, detail pahatan manusia, dan detail pahatan binatang. Contohnya ada pada gambar di bawah ini secara berurut dari kiri ke kanan:

Gambar kepala kolom (dari kiri ke kanan) Galații Bistriței, Rumania; San Martín de Castañeda, Spanyol; Leaning Tower of Pisa, Italia

 
Gambar kepala kolom (dari kiri ke kanan) San Martín de Tours Church, Spanyol; San Juan de Duero Monastery, Spanyol; Grande Sauve Abbey, Prancis

Vault sebagai penyangga  memiliki berbagai pemecahan masalah, barrel vault yang hanya berupa arch singular, groin vault yang berupa arch diagonal untuk mengatasi masalah beban di antara arch singular, dan ribbed vault yang berupa gabungan antara arch singular dan arch diagonal. Contohnya ada pada gambar di bawah ini secara berurut dari kiri ke kanan:

Gambar vault (dari kiri ke kanan) Saint Savin-sur Gartempe Abbey Church, Prancis; Mozac Abbey Church, Prancis; Saint Étienne Abbey, Prancis

Menara dengan berbagai macam fungsi juga memiliki berbagai macam desain, menara dengan denah persegi. menara denah persegi dengan ornamen, menara dengan denah poligon dan penutup prisma, menara massive, dan menara dengan denah lingkaran dan terpisah dari massa bangunan. Contohnya ada pada gambar di bawah ini secara berurut dari kiri ke kanan:

Gambar menara (dari kiri ke kanan) San Frediano Basilica, Italia; Plankstetten Abbey, Jerman; Fontevrault Abbey, Prancis

 Gambar menara (dari kiri ke kanan) Tewkesbury Abbey, Inggris; Leaning Tower of Pisa, Italia

Arsitektur romanesk yang populer dan menjadi arsitektur yang khas pada abad pertengahan di Eropapun mmemberi banyak pengaruh pada tipologi bangunan lain yang non-religi (gereja) seperti rumah, balai kota, benteng, bahkan kastil (dengan triforium yang didatarkan dan disembunyikan) hingga ke era Perang Salib di Timur Tengah.

Gambar Poreč Romanesque House, Kroasia

 
  Gambar Massa Marittima Civic Hall, Italia

 Gambar Conisbrough Castle Keep, Inggris

Gambar Krak des Chevaliers, Syria

Pada saat itu, profesi arsitek meredup. Proses pembangunan dilakukan secara bersama (guilda) dan dipimpin oleh archpriest (pendeta & arsitek pemimpin gereja), ksatria, atau raja, oleh karena itu banyak arsitektur romanesk yang tidak diketahui siapa arsiteknya. Arsitektur romanesk memperlihatkan betapa  disiplin, simetri, dan kapitalisnya sebuah nilai budaya.