Arsitektur

Konten yang berisi materi, tugas, dan karya, khususnya saat menjadi mahasiswa arsitektur.

Grafis

Konten yang berisi kumpulan dan koleksi karya grafis pribadi.

Islam

Konten yang berisi pemahaman materi, perspektif pribadi, dan artikel ringan yang dikemas dalam bahasa yang mudah dimengerti.

Informatika

Konten yang berisi kumpulan materi dan karya dalam menggarap bidang informatika.

Wisata

Konten yang berisi catatan perjalanan dalam berwisata, baik berupa sekedar jalan-jalan, backpacking, studi banding, tour, dll.

Minggu, 24 Februari 2013

Dasar-dasar Arsitektur : Prospek dan Karir Lulusan Program Pendidikan Arsitektur

V. PROSPEK DAN KARIR LULUSAN PROGRAM PENDIDIKAN ARSITEKTUR

Setelah lulus dari program pendidikan arsitektur, ada banyak jenis pekerjaan yang dapat dipilih seorang fresh graduate dalam memilih karirnya di bidang arsitektur, di antaranya:

1. ARSITEK KONSULTAN PERANCANG
  • Status: freelance
  • Skala proyek: kecil
  • Jenis proyek: pribadi, swasta
  • Pekerjaan merancang: melayani konsultasi desain sendirian, kadang mengontrak asisten, kadang bergabung/kerjasama dengan arsitek lain, kadang menerima pesanan dari biro arsitek
  • Pekerjaan membangun: -
  • Keterangan: cocok untuk yang berjiwa bebas
Ilustrasi seorang arsitek konsultan perancang.

2. ARSITEK KONSUTLAN PERANCANG & PEMBANGUN
  • Status: freelance
  • Skala proyek: kecil
  • Jenis proyek: pribadi, swasta
  • Pekerjaan merancang: melayani konsultasi desain
  • Pekerjaan membangun: membangun rancangan sendiri termasuk mengurus ijin, kadang berkerja sama dengan pemilik modal, memperkerjakan mandor/tukang, berhubungan dengan pemasok bahan bangunan
  • Keterangan: memerlukan modal usaha lebih dari sekedar konsultan perancang, kepuasan membangun rancangan sendiri
Ilustrasi seorang arsitek konsultan perancang dan pembangun.

3. ARSITEK DI BIRO ARSITEK ORANG LAIN
  • Status: pegawai kontrakan, pegawai tetap
  • Skala proyek: kecil, besar
  • Jenis proyek: swasta, pemerintah
  • Pekerjaan merancang: mengerjakan konsultasi perancangan, dapat ditugaskan atasan untuk menangani seluruh/sebagian rangkaian proses desain
  • Pekerjaan membangun: -
  • Keterangan: kadang ada biro dengan spesialisasi tertentu (jarang)
 
Ilustrasi seorang arsitek di biro.

3.A. PERAN ARSITEK DI BIRO ARSITEK
  • Designer architect
  • Project architect
  • Computer specialist
  • Konstruction documenter
  • Spesification writter
  • Cost estimator
  • Building controller
3.B. PERSYARATAN BERKERJA DI BIRO ARSITEK
  • Portofolio (kumpulan karya, terutama karya kreatif dari pelamar, bisa karya ketika masih berstatus mahasiswa)
  • Kemampuan mengoperasikan piranti lunak (seperti CAD dan untuk rendering)
  • Keretampilan sketsa tangan (nilai tambah bagi pelamar)
4. ARSITEK DI PERUSAHAAN DEVELOPER
  • Status: pegawai kontrakan, pegawai tetap
  • Skala proyek: kecil, besar
  • Jenis proyek: swasta, pemerintah
  • Pekerjaan merancang: mengerjakan konsultasi perancangan untuk klien dari pengembang untuk dibangun oleh pengembang ybs., dapat ditugaskan atasan untuk menangani seluruh rangkaian proses perancangan, bisa ditambah dengan pengawasan rancangan sendiri di lapangan
  • Pekerjaan membangun: -
  • Keterangan: proyek pengembang kebanyakan adalah perumahan (walau tidak selalu) skala kecil
Ilustrasi seorang arsitek di perusahaan developer.

5. ARSITEK DI PERUSAHAAN KONTRAKTOR
  • Status: pegawai kontrakan, pegawai tetap
  • Skala proyek: kecil, besar
  • Jenis proyek: swasta, pemerintah
  • Pekerjaan merancang: merevisi (sedikit) rancangan arsitektur agar lebih terbangun untuk dibangun oleh kontraktor ybs.
  • Pekerjaan membangun: berperan serta dalam melaksanakan pembangunan rancangan arsitek lain
  • Pekerjaan lainnya: dapat ditugaskan atasan untuk menangani pekerjaan lain di kantor/lapangan yang tidak berhubungan dengan arsitektur
  • Keterangan: tidak cocok untuk yang ingin mengembangkan karir merancang
 
Ilustrasi seorang arsitek di perusahaan kontraktor.

6. ARSITEK DI PERUSAHAAN MANAJEMEN KONSTRUKSI
  • Status: pegawai kontrakan, pegawai tetap
  • Skala proyek: besar
  • Jenis proyek: swasta, pemerintah
  • Pekerjaan merancang: -
  • Pekerjaan membangun: berperan serta dalam mengawasi manajemen, proses rancangan oleh arsitek , insinyur dari perusahaan lain, atau manajemen pembangunan oleh kontraktor perusahaan
  • Pekerjaan lainnya: dapat ditugaskan atasan untuk menangani pekerjaan lain di kantor/lapangan yang tidak berhubungan dengan arsitektur
  • Keterangan: tidak cocok untuk yang ingin mengembangkan karir merancang
Ilustrasi seorang arsitek di perusahaan manajemen konstruksi.

7. MENDIRIKAN BIRO ARSITEK
  • Status: biro berbadan hukum
  • Skala proyek: kecil, besar
  • Jenis proyek: swasta
  • Pekerjaan merancang: melayani konsultasi desain sendirian atau bersama arsitek lain, atau bekerjasama dengan biro lain, mempekerjakan arsitek, juru gambar (drafter), teknisi dsb.
  • Pekerjaan membangun: -
  • Pekerjaan lainnya: marketing, membuat kontrak, mengelola kantor
  • Keterangan: bertanggung jawab secara hukum untuk desain yang dikerjakan, cocok untuk yang berjiwa wirausaha, perlu jaringan sosial untuk marketing, perlu memiliki sertifikat profesi
Ilustrasi di biro arsitek.

8. DEVELOPER
  • Status: biro berbadan hukum
  • Skala proyek: kecil, besar
  • Jenis proyek: -
  • Pekerjaan merancang: merancang sendiri atau mempekerjakan arsitek, insinyur, juru gambar (drafter), teknisi, pengawas bangunan dan mandor/tukang bangunan
  • Pekerjaan membangun: membangun kawasan/bangunan berdasar rancangan sendiri/orang lain untuk dijual
  • Pekerjaan lainnya: melayani pembeli rumah/kapling, marketing, membuat kontrak, mengelola kantor
  • Keterangan: mungkin tidak cocok untuk arsitektur yang berorientasi desain
Ilustrasi seorang developer.

9. KONTRAKTOR
  • Status: biro berbadan hukum
  • Skala proyek: kecil, besar
  • Jenis proyek: swasta, pemerintah
  • Pekerjaan merancang: -
  • Pekerjaan membangun: melaksanakan pembangunan fisik rancangan arsitek perusahaan lain, berdasar pesanan klien pemerintah/swasta
  • Pekerjaan lainnya: melayani pembeli rumah/kapling, marketing, membuat kontrak, mengelola kantor
  • Keterangan: bekerja berdasarkan prinsip profit, resiko dan profit relatif tinggi daripada sebagai konsultan, perlu modal besar, perlu jiwa usaha
Ilustrasi seorang kontraktor.

10. BIROKRAT
  • Status: pegawai negeri
  • Skala proyek: -
  • Jenis proyek: -
  • Pekerjaan merancang: -
  • Pekerjaan membangun: -
  • Pekerjaan lainnya: berada di dinas tata kota/tata bangunan/pengawasan bangunan pada pemerintah kabupaten/pemerintah kota, departemen pekerjaan umum, permukiman & prasarana wilayah
  • Keterangan: -
Ilustrasi seorang birokrat yang terkait pembangunan.

11. PEKERJAAN LAINNYA
  • Maketor
  • Konsultan quantity surveyor
  • Konsultan appraisal
  • Konsultan property
  • Manager bangunan
  • Marketing bahan bangunan
  • Pemborong
  • Penulis/wartawan arsitektur


Sumber:

Dasar-dasar Arsitektur: Konsep Perancangan Arsitektur

IV. KONSEP PERANCANGAN ARSITEKTUR

Dalam arsitektur dikenal beberapa konsep perancangan yang menjadi dasar awal dalam mengeksplorasi bentuk produk arsitektur, di antaranya:

1. PRAGMATIK
Konsep yang menyelesaikan satu atau beberapa masalah tertentu yang nyata dan terukur, misal: iklim, keterbatasan lahan, dana, waktu pembangunan, bahan bangunan dan/atau konstruksi spesifik.
Contoh bangunan dengan konsep pragmatik adalah Iglo di Pulau Greendland, Kanada dan Honai di Pulau Papua, Indonesia. Keduanya dibangun dengan keterbatasan iklim serta bahan bangunan namun tetap dapat menaungi sesuai dengan prinsip arsitektur.

Gambar Honai, rumah adat Papua.

2. TIPOLOGIS

Konsep yang berdasarkan tipe-tipe bangunan yang telah dikenal secara umum.
Tipologi bangunan berdasar fungsi, misal: sekolah, hotel, apartemen/rusun, ruko, rumah tunggal di atas tanah, kantor sewa bertingkat, masjid, gereja, dsb.
Tipologi bangunan berdasar susunan ruang, misal:  bangunan tunggal, bangunan memanjang dengan selasar, bangunan dengan halaman tengah/inner-court, bangunan dengan atrium, bangunan tinggi (high-rise), jalanan kota dengan arkade, kota dengan alun-alun di pusat kota. 

Gambar gedung apartemen dengan tipologi meninggi.

3. KANONIK

Konsep yang berdasarkan aturan-aturan atau dogma-dogma yang dianggap memiliki nilai luhur. 

Gambar Süleymaniye Mosque sebuah masjid di Turki dengan kubah khas islami.

4. IKONIK

Konsep yang menggunakan ikon yang dapat berarti simbol, bentuk yang mudah dikenali, bentuk yang terkenal, dan mewakili suatu kota atau negara.
Rancangan unik tersebut mengalami proses ikonisasi, hingga dalam beberapa jangka waktu rancangan tersebut menjadi ikon dan selalu menjadi daya kenal.

Gambar Eiffel Tower di Paris menjadi ikon negara Prancis.

5. ANALOGI
Konsep yang berdasarkan kemiripan secara visual dengan sesuatu yang lain, bisa bangunan lain, alam, atau benda buatan manusia.  

 
Gambar Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat merupakan analogi beberapa bambu runcing, menggambarkan senjata pribumi melawan penjajah di Indonesia pada masanya.

6. METAFORA
Konsep yang berdasarkan kemiripan dengan sesuatu yang lain secara tidak kasat mata, bukan kemiripan harafiah.  

Gambar Sydney Opera House merupakan metafora dari layar kapal & tumpukan kerang.

7. GABUNGAN BEBERAPA KONSEP
Konsep-konsep di atas bisa dikembangkan di digabungkan untuk mendapatkan bentuk yang unik, menjadi ciri khas, dan sesuatu yang 'baru'.
Contoh bangunan dengan gabungan beberapa konsep adalah Aula Barat & Aula Timur Institut Teknologi Bandung. Bangunan tersebut menggunakan konsep pragmatik rumah sunda untuk mengangkat nuansa kedaerahan, konsep tipologis aula yang memanjang, konsep ikonik untuk seluruh bangunan ITB yang meniru gayanya, dll.

Gambar Saung Julang Ngapak, rumah adat Sunda. 

Gambar Aula Timur ITB karya Henri Maclaine Pont.

Gambar Laboratorium Teknik ITB karya Eko Purwono yang menjadikan atap Aula ITB sebagai ikon yang direpetisi.



Sumber:
Mata kuliah Dasar Perencanaan dan Perancangan (AR 1101) tahun 2011, Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung oleh Ir. Ahmad Rida Soemardi, M.Arch. MCP. & Ir. Budi Rijanto, DEA.

Dasar-dasar Arsitektur: Prinsip Perancangan Arsitektur

III. PRINSIP PERANCANGAN ARSITEKTUR

Dalam arsitektur dikenal beberapa prinsip perancangan yang dapat memberikan nilai lebih produk arsitektur, di antaranya:

1. PRINSIP KEGUNAAN (UTILITAS)
  • Merujuk pada kondisi atau persyaratan arsitektur bangunan yang pertama dari Vitruvius, yaitu utilitas atau kegunaan
  • Bangunan dapat menampung lebih dari sekedar fungsi (fisik) dengan baik
  • Pengertian diperluas lagi menyangkut kualitas ruang dan kualitas hidup:
  1. Rumah tinggal memberikan ketenteraman dan kebetahan bagi penghuni
  2. Bangunan peribadatan memberikan kekhusukan
  3. Toko/restoran memberi kesan mengundang, laku, dan banyak pengunjung
  • Bangunan dituntut untuk menampung kecenderungan pergantian/perkembangan fungsi di masa depan

Gambar studio perancangan arsitektur yang sesuai dengan kegunaannya.

2 . PRINSIP KEKOKOHAN (FIRMITAS)
  • Merujuk pada kondisi atau persyaratan arsitektur bangunan yang kedua dari Vitruvius, yaitu firmitas atau kekokohan
  • Bangunan harus benar secara teknis struktur, konstruksi, teknologi, bahan, dan manajemen pembangunan

 Gambar Partenon, kuil kuno dengan arsitektur klasik di Yunani yang memperlihatkan kolom-kolom yang menunjang kekokohan.

3. PRINSIP KEINDAHAN (VENUSTAS)
  • Merujuk pada kondisi atau persyaratan arsitektur bangunan yang kedua dari Vitruvius, yaitu venustas atau keindahan
  • Bangunan dirancang menggunakan estetika visual: komposisi, harmoni, sekuen, hirarki, proporsi, dsb.
  • Pengertian diperluas menjadi suasana, karakter, kepantasan visual, komunikasi, dsb.
  • Pengertian diperluas lagi menjadi estetika non-visual: estetika audial/akustik, tektonik, heptik (rabaan) 
 
Gambar rumah tinggal dengan fasad minimalis yang memperlihatkan indahnya bangunan yang sederhana.

4. PRINSIP KESELAMATAN (SAFETY)
  • Bangunan tidak menggunakan bahan yang mudah terbakar, menimbulkan asap berbahaya dll
  • Bangunan memiliki sarana penyelamatan dari kemungkinan bahaya (kebakaran) berupa fasilitas:
  1. Statis (tangga kebakaran, alarm, pintu darurat, dsb)
  2. Dinamis (hidran, sprinkler, pemadam kebakaran portabel, dsb.
 
Gambar tangga darurat pada bangunan tinggi untuk menunjang keselamatan.

5. PRINSIP KESEHATAN (HEALTHY)
  • Bangunan tidak memiliki komponen bangunan yang mengandung unsur berbahaya bagi kesehatan penghuni dan tetangga
  • Bangunan tidak memiliki kualitas ruangan yang dapat membuat penghuni sakit

6. PRINSIP AKSESIBILITAS (UNIVERSALLY DESIGN)
  • Bangunan memiliki sarana yang memudahkan bagi pengunjung dengan kebutuhan (kemampuan) khusus (difable: differently able), termasuk juga:
  1. Orang lanjut usia
  2. Wanita hamil
  3. Pengguna kursi-roda 
 
Gambar jalur difable untuk memudahkan sirkulasi bagi mereka.

7. PRINSIP BERKELANJUTAN SECARA LINGKUNGAN (ENVIRONMENTALLY SUSTAINABLE)
  • Bangunan menghemat pemakaian energi yang tak terbarukan (energi fosil)
  • Bangunan tidak merusak pelestarian lingkungan
  • Bangunan mempertahankan (tidak menghabiskan/menghilangkan/menurunkan) kualitas sumber daya alam yang tak terbarukan, yang diperlukan oleh masyarakat sekitar dan untuk generasi mendatang


 
Gambar Campus Center ITB karya Baskoro Tedjo yang ramah lingkungan tidak merusak lahan hijau namun justru memindahkannya ke atas bangunan.

8. PRINSIP BERKELANJUTAN SECARA EKONOMI  (ECONOMICALLY VIABLE)
  • Perawatan dan pengelolaan bangunan tidak membebani pemilik, pengguna bangunan masa sekarang dan di masa mendatang secara ekonomi
  • Pembangunan menguntungkan tetangga bangunan/lingkungan secara ekonomis, melibatkan kegiatan ekonomi warga 
 
Gambar Studio Akanoma milik Yu Sing yang terbuat dari bahan-bahan murah namun tetap fungsional, kokoh, dan estetis.

9. PRINSIP BERKELANJUTAN SECARA SOSIAL (SOCIALLY ACCEPTABLE)
  • Bangunan tidak menimbulkan potensi konflik sosial, mpada masa kini maupun masa mendatang
  • Bangunan membantu menjaga kerukunan social mantar warga yang berbeda latar-belakang
  • Bangunan menyediakan fasilitas sosial/fasilitas umum yang dapat digunakan bersama oleh warga yang berbeda latar belakang
  • Bangunan menguntungkan warga yang selama ini kurang beruntung/minoritas

Dasar-dasar Arsitektur: Proses Perancangan Arsitektur

II. PROSES PERANCANGAN ARSITEKTUR

Dalam proses perancangan arsitektur ada beberapa tahap yang dilakukan seorang arsitek, di antaranya:

1. MENGGAGAS PROYEK
  • Didorong oleh Kebutuhan
  • Didorong oleh Keinginan (untuk memanfaatkan nilai lahan)
  • Kadang didahului oleh studi kelayakan (kelayakan teknis, ekonomi, lingkungan)
 Ilustrasi menggagas ide.

2. MELAKUKAN BRIEFING PROYEK
  • Merupakan perintah dari pemilik proyek/pemberi tugas/klien kepada arsitek berupa:
  • Gagasan yang sudah ditentukan secara lengkap dan komprehensif dalam bentuk Program Kebutuhan
  • Gagasan yang belum lengkap benar dilengkapi sambil proses perancangan berjalan
  • Gagasan yang belum ditentukan ditentukan sambil proses merancang mengalir
 Ilustrasi suasana breifing.

3. MEMPROGRAM KEBUTUHAN
  • Disusun oleh klien atau dengan bantuan konsultan, berisi:
  1. Apa yang harus dibangun ?
  2. Berapa banyak ?
  3. Berapa besar?
  • Persyaratan yang diinginkan, misal:
  1. Kedekatan ruangan
  2. Kualitas
  3. Harga, dsb.
  • Lebih baik dibuat secara partisipatif, melibatkan calon pengguna/pemilik
  Ilustrasi suasana programming.

4. MENGANALISA PROGRAM
  • Menganalisa program ruang yang diminta oleh klien
  • Melakukan studi banding proyek dengan fasilitas sejenis
  • Menganalisa standar dari literatur dan peraturan

5. MENGANALISA TAPAK
  • Menganalisa daya dukung lahan (land carrying capacity) untuk dibangun (iklim, cuaca)
  • Menganalisa kondisi topografi lahan (kemiringan, arah aliran air permukaan, dsb.)
  • Menganalisa peta permasalahan (riwayat bencana, konflik, polusi) dan potensi (pemandangan, nilai sejarah) yang dimiliki tapak
  • Menganalisa bangunan dan pohon eksisting pada papak
  • Menganalisa ketersediaan infrastruktur di sekitar lokasi tapak (air bersih, drainase, jaringan listrik, telepon, dsb)
  • Menganalisa kondisi lalu-lintas keluar/masuk/di sekitar tapak
  • Memperhatikan berlakunya peraturan bangunan setempat (kepadatan, ketinggian bangunan, aturan khusus)
  • Memperhitungkan ketersediaan dan harga bahan bangunan, ketersediaan tukang di lokasi, dsb.
 Gambar rencana tapak.

6. MENGONSEP RANCANGAN
  • Rancangan disusun oleh arsitek melalui proses trial-error
  • Rancangan biasanya dengan sketsa dan/atau maket
  • Rancangan dapat merupakan perwujudan dari:
  1. Solusi pragmatik atas permasalahan desain
  2. Analogi dari suatu gejala alam
  3. Kemiripan dengan bangunan lain yang sudah standar / mapan (preseden)
  4. Pada kasus tertentu perlu melibatkan calon pengguna secara partisipatif

Gambar konsep rancangan.

7. MENGGAMBAR PRA-RANCANGAN
  • Pra-Rancangan merupakan gagasan rancangan menyeluruh, komprehensif, belum detail
  • Pra-Rancangan disajikan dalam gambar proyeksi ortogonal, perspektif, dan maket
  • Pra-Rancangan perlu didiskusikan dengan klien
  • Pra-Rancangan dimintakan Ijin Prinsip Pembangunan kepada Pemerintah Kota/daerah setempat
  • Pra-Rancangan dikoordinasikan dengan konsultan/tenaga ahli pendukung (struktur, mekanikal, elektrikal, dsb)
  Gambar tampak dan denah prarancangan.

8. MENGGAMBAR RANCANGAN
  • Rancangan dilakukan setelah ada persetujuanoleh klien
  • Rancangan diperinciasecara teknis dan ekonomis yang terukur dari hasil tahap pra-rancangan/rancangan skematik
  • Rancangan terkoordinasi dengan konsultan struktur, lanskap, mekanikal, elektrikal, dsb.
  • Rancangan dilakukan dengan perhitungan
  • Rancangan berupa gambar-gambar teknis dan terukur dibuat untuk internal konsultan
  Gambar denah, tampak, dan potongan rancangan.

9. MENYUSUN DOKUMEN KONSTRUKSI, GAMBAR KERJA, ATAU DED (DETAILED ENGENEERING DRAWING)
Digunakan untuk:
  • Permohonan Ijin Mendirikan Bangunan kepada Pemerintah Kota/Daerah
  • Mengadakan Pelelangan guna mendapatkan kontraktor dengan harga penawaran paling dapat diterima
  • Sebagai panduan dalam pembangunan oleh kontraktor, tukang bangunan dsb.
  • Produk berupa Dokumen Pelelangan pekerjaan arsitektur, interior, struktur mekanikal, elektrikal, pekerjaan lahan dll, yang terdiri atas:
  • Dokumen Gambar Kerja sangat rinci
  • Dokumen Spesifikasi Teknis dan Administrasi rinci
  • Rencana Anggaran Biaya (RAB) rinci
 Gambar dokumen konstruksi.

10. MENGAWASI LAPANGAN SELAMA KONSTRUKSI
  • Mengecek kesesuaian pekerjaan kontraktor / tukang di lapangan dengan rancangan bangunan
  • Melakukan koreksi rancangan untuk mengatasi persoalan yang baru ditemui di lapangan
  • Para tukang dapat berpartisipasi dalam menyelesaikan masalah teknis rancangan di lapangan, misalnya dalam rancangan detail

Ilustrasi pengawasan lapangan.




Sumber:
Mata kuliah Dasar Perencanaan dan Perancangan (AR 1101) tahun 2011, Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung oleh Ir. Ahmad Rida Soemardi, M.Arch. MCP. & Ir. Budi Rijanto, DEA.

Minggu, 03 Februari 2013

Dasar-dasar Arsitektur: Pengertian dan Pengantar Arsitektur

I. PENGERTIAN DAN PENGANTAR ARSITEKTUR

1. PENGERTIAN ARSITEKTUR

Architecture ar·chi·tec·ture [arki tèkchur] noun

1. building design: the art and science of designing and constructing buildings

2. building style: a style or fashion of building, especially one that is typical of a period of history or of a particular place

3. structure of computer system: the design, structure, and behavior of a computer system, microprocessor, or system program, including the characteristics of individual components and how they interact - network architecture

Microsoft® Encarta® 2006. © 1993-2005 Microsoft Corporation. All rights reserved.

Architecture is the art and science of designing buildings and other physical structures

Architecture is both the process and the product of designing and constructing spaces that reflect functional, aesthetic and environmental considerations

Architecture, a wider definition may comprise all design activities from the macro-level (urban design, landscape architecture) to the micro-level (construction details and furniture)

In fact, architecture today may refer to the activity of designing any kind of system

2. PENGERTIAN ARSITEK

Architect [a rki tèkt] (plural ar·chi·tects) noun

1. building designer: somebody whose job is to design buildings and advise on their construction

2. creator: somebody who creates or invents something - the architect of her own fortune

3. computer system designer: the developer of the structure of a computer system or program Mid-16th century. Directly or via French and Italian < Latin architectus < Greek arkhitekton "chief builder" < tekton "builder"

Microsoft® Encarta® 2006. © 1993-2005 Microsoft Corporation. All rights reserved.

Gambar profesi arsitek.

3. PENGANTAR ARSITEKTUR

Architecture (building): the practice of building design and its resulting products; customary usage refers only to designs and structures that are culturally significant. Architecture is to building, as literature is to the printed word.

Vitruvius, a 1st-century BC Roman, wrote encyclopedically about architecture, and the English poet Sir Henry Wotton was quoting him in his charmingly phrased dictum: “Well building hath three conditions: Commoditie, Firmenes, and Delight.”

 Ilustrasi Vitruvius, bapak arsitektur, sedang presentasi.

More prosaically, one would say today that architecture must satisfy its intended uses, must be technically sound, and must convey aesthetic meaning. But the best buildings are often so well constructed that they outlast their original use. They then survive not only as beautiful objects, but as documents of the history of cultures, achievements in architecture that testify to the nature of the society that produced them. These achievements are never wholly the work of individuals.

Architecture is a social art.

Microsoft ® Encarta ® 2006. © 1993-2005 Microsoft Corporation. All rights reserved.

3.A. ARSITEKTUR SEBAGAI PROFESI

Profesi yang dikerjakan oleh Arsitek: merancang bangunan, kota, interior dll.

3.B. ARSITEKTUR SEBAGAI DISIPLIN

Keilmuan tentang lingkungan binaan termasuk bangunan, kota, taman, interior; tentang langgam, sejarah arsitektur, ilmu konstruksi bangunan, perilaku meruang, antropologi bangunan, psikologi ruang, estetika dll (tidak selalu digunakan langsung dalam profesi Arsitek).

3.B.i MENGAPA ARSITEKTUR PERLU DIRANCANG?
  • Permasalahan membangun semakin kompleks
  • Sumberdaya untuk membangun semakin terbatas
  • Efisiensi
  • Semakin banyak pihak terlibat
  • Diperlukan pertanggung-jawaban
3.B.ii MENGAPA ARSITEKTUR PERLU PERANCANG?

Dibutuhkan:
  • Orang yang kompeten, memiliki pengetahuan, ketrampilan dan sikap profesional
  • Perlu penanggung-jawab perancangan dan pembangunan

3.C. ARSITEKTUR SEBAGAI PRODUK
  • Arsitektur (bangunan)
  • Arsitektur kota (urban design)
  • Arsitektur lanskap
  • Arsitektur interior
  • Arsitektur sebagai lingkungan binaan (built environment)
  • Arsitektur perkapalan (naval architecture)?
  • Bagunan
  1. Bangunan Gedung
  2. Rumah
  3. Kantor
  4. Toko
  5. Terminal
  6. Bangunan Ibadah
  • Bangunan Non-Gedung (civil works)
  1. Benteng
  2. Stasiun
  3. Jalan
  4. Bunker
  5. Jembatan
  6. Dam
  7. Turap
  8. Menara Air
  9. Bangunan Utilitarian
  10. Gudang
  11. Gardu listrik, dll ?
3.D. PERANAN ARSITEK

Arsitek merancang :
  • massa bangunan
  • tata letak massa/ruang
  • wajah bangunan
  • konstruksi arsitektural
  • spesifikasi bahan arsitektural
  • estimasi harga
  • membuat presentasi
  • mengkoordinasikan disiplin lain
Ahli lain :
  • Struktur / Sipil (struktur tanah)
  • Mekanikal (AC, plumbing, lift,eskalator)
  • Elektrikal (daya, penerangan, penangkal petir, data, tata suara, keamanan)
  • Fisika Bangunan (akustik, kenyamanan termal)
  • Interior (furnitur, finishing)
  • Seniman / pematung
  • Arsitek Lanskap/pertamanan
  • Estimator harga
3.E. LINGKUP PEKERJAAN ARSITEK
  • Menyusun program
  • Menyusun konsep
  • Menyusun siteplan
  • Menyusun pra-rancangan / rancangan skematik
  • Mengembangkan rancangan
  • Menyusun gambar kerja
  • Membantu pelelangan, memilih kontraktor
  • Mengawasi pelaksanaan pembangunan
  • Membangun (dalam kontrak rancangbangun / design-build)
3.F. PIHAK-PIHAK YANG TERLIBAT DALAM PEMBANGUNAN
  • Penyandang dana
  • Pemilik proyek (klien)
  • Pengguna (penghuni, penyewa, masyarakat)
  • Konsultan (planner, arsitek, insinyur struktur, insinyur mekanikal/elektrikal dll.)
  • Pelaksana (kontraktor)
  • Manajer konstruksi
  • Pemerintah daerah/kota (pemberi ijin)
  • Pengembang
  • Konsultan pendamping (misalnya LSM)
"Design is the conversation between creativity and context." (Kevin Low)

 
Gambar Burj Khalifa (Menara Khalifah), sebuah produk arsitektur tertinggi sepanjang sejarah manusia, diarsiteki oleh firma arsitektur Skidmore, Owings and Merrill.


Sumber:

Sabtu, 02 Februari 2013

Cami & Camo: Don't Distrub!


Camo: Fiuh.

Cami: Camo lagi galau, jailin ah!
Setan: Ayo jailin!

(Cami melempar batu)

(Cami heran)

(Cami melempar 'kotoran')

Cami: Hmmm. aneh Camo kenapa ga ngerespon ya. Jangan-jangan gara-gara nilai Fisika 5 dia lagi galau buat bunuh diri?!

Cami: Camo! Kamu ga apa-apa, kan?

Setan: Ga apa-apa, Mi!
Cami: Aaaaaaaaaa!

Cami & Camo: It's All About Style


Cami: Camo!
Camo: Eh, Mi.

Cami: Hihihi.
Camo: Eh kamu ngetawain apa sih?

Cami: Eh, itu jaket kamu dulu yang kamu gunting sendiri?
Camo: Yoi.

Camo:Kenapa? Udah ganteng kreatif banget lagi kan gue?! Hehe.

Cami: Jujur kalau pakai itu kamu kayak gembel lho, Mo. Hehe
Camo: ....