Minggu, 02 Juni 2013

Sejarah Arsitektur: Arsitektur Neo-Klasik

VII. Arsitektur Neo-Klasik

Arsitektur neo-klasik kembali muncul di kerajaan-kerajaan vasal dalam sejarah panjangnya mempertahankan sikap adiluhung klasik saat masa renaisans kini melawan arsitektur barok dan rokoko. Peran paling berpengaruh masih dipegang oleh para borjuis (bukan bangsawan) yang memilki selera yang berbeda dengan para borjuis lain yang mengagungkan arsitektur barok dan arsitektur rokoko yakni selera karya arsitektur klasik. Selera kini menjadi bahan pertimbangan suatu hal ideal (mannerisme) tidak seperti budaya arsitektur klasik yang menjadikan keindahan sebagai sains dan bernilai kualitatif yang dibakukan bukan sekedar selera, namun hebatnya arsitektur ini mulai mendunia, bertahan lama, dan mampu memunahkan arsitektur gotik dan arsitektur rokoko.

A. Arsitektur Prancis


- Budaya: borjuis, renaisans
- Nilai: manerisme (mengatasi arsitektur barok dan arsitektur rokoko), proto-kapitalisme
- Preseden: arsitektur klasik
- Contoh: classical revival style: Paris Pantheon, Prancis; Royal Saltworks at Arc-et-Senans, Prancis; Château de Louveciennes, Prancis; geometrical style:  Rotonde de la Villette, Prancis; Hôtel de Mlle Guimard, Prancis; Hotel d'Hallwyll, Prancis; Pavillon de Mme du Barry, Prancis; Rotonde de Chartres, Prancis; Opera Au Carrousel; Cénotaphe à Newton; Chaux - Maison de Surveillants, Prancis; neo-palladian style: Château de Bénouville, Prancis; Château de Mauperthuis, Prancis; Besançon Théâtre, Prancis; Hôtel Thélusson, Prancis

Prancis adalah kerajaan vasal yang banyak mengadaptasi peradaban Andalusia. Kerajaan inilah yang kemudian melahirkan era renaisans di Eropa ketika Andalusia semakin mengecil akibat adanya ekuisisi Spanyol. Sains dan seni kini mulai berpusat di Prancis. Dengan adanya reanisans muncul pulalah proto-kapitalisme dan sebagai tandingannya munculah kaum borjuis yang membawa proto-sosialisme ditandai dengan adanya arsitektur barok dan arsitektur rokoko.

Prancis mulai mulai mengalami dilema ketika proto-sosialsime lahir karena masih banyak pula borjuis lain yang lebih menyukai proto-kapitalisme. Masalah ideologi dan selera desain menjadi isu hangat dan ketika arsitektur barok dan arsitektur rokoko membumi maka munculah arsitektur neo-klasik khas Prancis yang masih menginginkan idealisme renaisans-klasik.

Arsitektur neo-klasik kali ini memang lahir untuk menandingi arsitektur barok dan rokoko, lebih layaknya masa renaisans yang lahir untuk menandingi arsitektur gotik. Arsitektur neo-klasik kembali mengambil kosakata arsitektur klasik yang dinilai lebih teratur dan tidak berlebihan.

Arsitektur neo-klasik yang berkembang di Prancis murni perkembangan dari masa renaisans. Langgam yang nantinya menjadi arsitektur prancis ini memiliki 3 karakter yang berbeda dalam perkembangannya.

Classical revival style adalah arsitektur neo-klasik yang murni mengadopsi kosakata arsitektur klasik mulai dari bentuk, ornament, hingga fungsi


Gambar Jacques-Germain Soufflot - Paris Pantheon, Prancis

 Gambar Claude Nicolas Ledoux - Royal Saltworks at Arc-et-Senans, Prancis

Arsitektur neo-klasik dalam kategori classical revival style di atas memeperlihatkan bahwa arsitektur ini mengembangkan arsitektur klasik, dapat dilihat dari elemen bangunan yang mirip meski berbeda cara penyajian gubahan massa hingga ornamen namun tetap sangat mirip dengan arsitektur klasik.

Geometrical style adalah permainan rasio yang lumrah di arsitektur klasik dan arsitektur neo-klasik yang satu ini tidak menelan mentah-mentah kosakata arsitektur klasik namun mempermainkan geomerti klasik dalam karya-karyanya

 Gambar Claude Nicholas Ledoux - Rotonde de la Villette, Prancis

Gambar Claude Nicholas Ledoux - Château de Louveciennes, Prancis 


Berikut sketsa karya arsitektural dengan langgam arsitektur neo-klasik geometrical style yang sudah hancur atau hanya angan-angan arsitek yang belum terbangun:

Gambar Claude Nicolas Ledoux - Hotel d'Hallwyll, Prancis (sudah hancur)

 Gambar Claude Nicolas Ledoux - Hôtel de Mlle Guimard, Prancis (sudah hancur)

Gambar Claude Nicolas Ledoux - Pavillon de Mme du Barry, Prancis (sudah hancur)

Gambar Claude Nicolas Ledoux - Rotonde de Chartres, Prancis (sudah hancur)

 Gambar Étienne-Louis Boullée - Opera Au Carrousel (desain ideal)


 Gambar Claude Nicolas Ledoux - Chaux - Maison de Surveillants (desain ideal)



 Gambar Étienne-Louis Boullée -  Cénotaphe à Newton (desain ideal)

Arsitektur neo-klasik dalam kategori geometrical style di atas memeperlihatkan bahwa arsitektur ini mengembangkan arsitektur klasik namun dengan cara yang berbeda, ada yang menggunakan elemen arsitektur klasik namun menghilangkannya sebagian (seperti menghilangkan kosa kata post linthel, dll.) atau menambahkanya dengan kosa kata arsitektur baru, atau bahkan tidak menggunakan elemen arsitektur sama sekali namun masih menggunakan golden section arsitektur klasik dalam pengukuran desain geometris karya arsitektur tersebut (seperti Chaux - Maison de Surveillants dan Cénotaphe à Newton).

Arsitektur di atas secara sengaja maupun tidak sengaja banyak yang telah hancur karena untuk keperluan lain maupun terkena imbas perang. Ada juga desain arsitektur yang belum sempat dibangun karena tertahan oleh teknologi yang belum bisa mendirikan karya tersebut seperti  Cénotaphe à Newton karya Étienne-Louis Boulléeyang sangat idealis dengan bangunan dengan massa bola raksasa.

Neo-palladian style adalah perkembangan dari gaya palladian di era klasik karya Andrea Palladio yakni bentuk bangunan mengikuti arsitektur klasik yang melebar bahkan memiliki 'sayap' dengan kepala bangunan di tengah tidak seperti bangunan klasik pada umumnya yang memanjang dengan kepala bangunan di depan dan arsitektur neo-klasik ini memakai bentuk palladian namun dibumbui dengan kosakata arsitektur baru sehingga menjadi langgam baru (neo-palladian)

 Château de Bénouville, Prancis

Gaya arsitektur neo klasik dengan neo-palladian tersebut mengukuti gaya palladian seperti dibawah ini:

 Gambar desain Andrea Palladio mengenai palladian style



Gambar Andrea Palladio - Villa Godi, merupakan arsitektur murni palladian style yang banyak mempengaruhi neo-palladian style berikutnya

Berikut sketsa karya arsitektural dengan langgam arsitektur neo-klasik geometrical style yang sudah hancur:

 Gambar Claude Nicolas Ledoux - Château de Mauperthuis, Prancis (sudah hancur)

 Gambar Claude Nicolas Ledoux - Besançon Théâtre, Prancis (sudah hancur)

Gambar Claude Nicolas Ledoux - Hôtel Thélusson, Prancis (sudah hancur)

B. Arsitektur Inggris


- Budaya: borjuis, neo-vernakuar 
- Nilai: manerisme, kapitalisme 
- Preseden: arsitektur klasik 
- Contoh:

Inggris adalah kerajaan tetangga dari Prancis. Di era yang sama ketika Prancis memulai peradaban renaisans, Inggrispun berada di puncak dengan cara imperlialisme (penjajahan). Inggris  banyak menjajah hingga hampir dari ¾ permukaan bumi. Dengan penjajahan Inggris memperkenalkan budaya barat (Eropa) khususnya budaya Inggris itu sendiri.

Inggris memang sibuk dengan penjelajahannya dan tidak mengalami revolusi renaisans separah Prancis, namun bias itu tetap ada. Dalam segi arsitektur Inggris mulai mengembangkan arsitektur neo-klasik seperti Prancis namun tidak berlandaskan ideologi atau selera desain, dengan berkembangnya arsitektur neo-klasik Inggris justru memadukan dengan arsitektur vernakularnya untuk memenuhi hasrat desain ideal yang mengintrepetasikan nilai lokal. 

Arsitektur Inggris dalam perkembangannya lebih tentram hingga memiliki idealitas tersendiri. Dalam perkembangannya ke dunia seni, lingkungan binaan disekitar karya arsitektur mulai ditata semenarik mungkin sehingga ideal untuk seni lukis (bangunan sebagai elemen dari objek lukisan). Seni lukis dan seni arsitektur ini dikenal dengan istilah english landscape garden. 

Arsitektur Inggris banyak berkembang dan melahirkan tipologi arsitektur neo-klasik lain seperti: 

Elizabethian style, adalah gaya arsitektur neo-klasik yang berkembang di Inggris saat pemerintahan Ratu Elizabeth I, saat masa renaisans. Renaisans masuk dari Italia ke Inggris dengan membawa order geometri arsitektur klasik yang akhirnya dielaborasi dengan arsitektur vernakular inggris sehingga terciptalah elizabethian style. Meski tidak memakai kosa kata arsitektur klasik, arsitektur inggris yang satu ini merupakan arsitektur neo-klasik dikarenakan order yang digunakan. Ciri-ciri arsitektur elizabethian style adalah:- menggunakan geometri arsitektur klasik
  
- bentuk bangunan persegi dan simetri 
- wana bangunan warna tanah (kuning dan merah) 
- bangunan dan lingkungan (taman) saling terintegrasi untuk menciptakan english landscape garden 
- menggunakan beberapa kosa kata arsitektur gotik (jendela dan dekorasi)

Gambar Robert Smythson - Hardwick Hall, Inggris

 Gambar Robert Smythson - Longleat House

 Gambar Robert Adams and John Thorpe - Audley End House, Inggris

Jacobean style, adalah gaya arsitektur neo-klasik yang berkembang di Inggris saat pemerintahan Raja James I Inggris/James VI Skotlandia, setelah pemerintahan Ratu Elizabeth I. Gaya arsitektur ini masih merupakan pengembangan dari gaya arsitektur elizabethian hanya saja lebih kaya akan ornamen. Ciri-ciri arsitektur jacobean style adalah:

- adanya menara di kedua ujung bangunan
- adanya kubah kecil dan segitiga yang dibentuk kurva sebagai ornamen

Gambar Robert Smythson - Wollaton Hall, Inggris

GambarJohn Thrope - Charlton House, Inggris

  
GambarRobert Lyminge - Blickling Hall, Inggris

GambarGeorge Webster - Bank Hall Daffodils, Inggris


GambarWilliam Arnold - Montacute House, Inggris

GambarWilliam Browne - Lilford Hall, Inggris

Georgian stye adalah gaya arsitektur neo-klasik yang berkembang di Inggris saat pemerintahan Raja George I hingga Raja George IV, setelah Raja James. Gaya arsitektur ini berbeda dengan arsitektur jacobean style, gaya arsitektur ini lebih menyederhanakan ornamen masih dengan gubahan masa yang sama (persegi). Gaya arsitektur ini akan berkembang menjadi colonial style di Amerika nantinya. Ciri-ciri arsitektur georgian style adalah:

- material bangunan menggunakan bata merah
- atap bangunan menggunakan sirap kayu dan berbentuk miring
- terdapat jendela para ruang atap




Gambar Georgian House, Inggris

Gambar John Leverett and Benjamin Wadsworth - Massachusetts Hall, Harvard University, Amerika Serikrat

Victorian style adalah gaya arsitektur neo-klasik yang berkembang di Inggris saat pemerintahan Ratu Victoria. Sangat kontras dengan gaya arsitektur inggris sebelumnya, gaya arsitektur ini langsung mengacu pada arsitektur klasik yang akan menjadi murni arsitektur neo-klasik (seperti di Prancis) namun ada juga yang mengaju pada arsitektur gotik yang nantinya akan menjadi arsitektur neo-gotik, meskipun memang ada unsur dekoratif tersendiri yang membuatnya menjadi gaya arsitektur sendiri (arsitektur victorian style). Arsitektur ini kelak akan berkembang jauh menjadi arsitetur queen ann style yang berkembang pesat khususnya di Amerika hingga arsitektur art and craft movment di era industri nanti.


Gambar Captain Francis Fowke and Major General Henry Y. D. - Royal Albert Hall, Inggris, mengelaborasi arsitektur neo-klasik prancis dengan dekorasi khas Inggris

Gambar Archibald_Simpson - North of Scotland Bank, Inggris, menggunakan elemen kolom korintian dari arsitektur klasik

 Gambar Aston Webb and Ingress Bell - Aston Webb Building, University of Birmingham, Inggris, menggunakan order arsitektur klasik dengan dekorasi khas Inggris

Gambar Victorian School of Art and Science, Inggris, mengelaborasi order arsitektur klasik dengan elemen arsitektur romanesk ditambah dekorasi khas Inggris

 
 Gambar Basil Champneys - John Rylands Library, Inggris

 Gambar Aston Webb and Ingress Bell - Birmingham Law Courts, Inggris, mengelaborasi order arsitektur klasik dengan elemen arsitektur gotik ditambah dekorasi khas Inggris

Gambar Charles Barry and A. W. N. Pugin - Palace of Westminster, Inggris, merupakan arsitektur neo-gotik, perkembangan dari arsitektur gotik ditambah dekorasi khas Inggris, bukan arsitektur neo-klasik

C. Arsitektur Amerika

- Budaya: republik, neo-imperium
- Nilai: manerisme, kapitalisme
- Preseden: arsitektur klasik
- Contoh:
- Jeffersonian style
- federal style: Benjamin Latrobe: Baltimore Basilica, US. capitol, Latrobe Gate; James Hoban: White House; Thomas Jefferson: Virginia State Capitol, Monticello House, Virginia University, Jefferson Memorial (ciri: atap datar
- Queen Anne style (ciri: menara, dekorasi gotik, arsitektur rumah tinggal)
- colonial revival (ciri: rumah kayu, jendela mencuat, arsitektur domestik
- neo-vernakular (ciri: rumah kayu, atap manssard)
- Keprofesian arsitek: arsitek terkenal Inigo Jones, Elias Holl, Karl Friederich Schinkel

Amerika utara adalah salah satu jajahan Inggris (dari suku Indian) yang sedang menjadi kerajaan adikuasa saat itu (karena imperialismenya yang ada dimana-mana). Amerika utara digunakan Inggris sebagai wilayah bagi tahanan dan buangan kerajaan. Setelah wilayah ini merdeka dari Inggris dalam waktu yang cukup lama wilayah ini hingga kini bernama Amerika Serikat.

Amerika Serikat dalam pembentukan negaranya memiliki cita-cita yang sangat besar dan menentukan sikap negaranya hingga kini. Negara yang memakai sistem republik (bukan kerajaan) ini menjadikan negaranya sebagai poros dunia baru, negara adikuasa baru, bahkan imperium baru (neo-imperium) seperti Kekaisaran Romawi berabad-abad yang lalu.

Arsitektur neo-klasik menjadi aroma yang segar ketika negara ini baru berdiri. Sesuai dengan cita-cita negara dengan neo-imperium Romawi, arsitektur neo-klasikpun merupakan perkembangan dari arsitektur klasik (Romawi), sehingga arsitektur neo-klasik mulai banyak digunakan dalam pembangunan negara. Bahkan salah satu presiden awal Amerika Serikat, Thomas Jafferson  yang berkeprofesian awal arsitek banyak membangun karya neo-klasik dalam bangunan-bangunan negara dengan caranya sendiri. Cara neo-klasik ala Amerika Serikat inilah yang kemudian dikenal dengan arsitektur amerika.

Arsitektur neo-klasik di Amerika Serikat juga banyak berkembang menjadi banyak tipologi klasik baru seperti di Prancis dan Inggris. Tipologi klasik yang baru tersebut yakni:

Jeffersonian style adalah arsitektur neo-klasik awal di Amerika yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat ke-2, Thomas Jefferson saat ia masih menjadi seorang arsitek. Karyanya sangat kental dengan mengadopsi arsitektur neo-klasik classical revival namun menjadi gaya arsitektur sendiri dengan ciri khasnya dan kelak akan banyak mempengaruhi gaya yang berkembang selanjutnya yakni federal style.

 Benjamin Henry Latrobe, James Hoban, and Thomas Jefferson - White House, Amerika Serikat

 Thomas Jefferson - Monticello, Amerika Serikat

 Thomas Jefferson - Poplar Forest, Amerika Serikat


Thomas Jefferson - University of Virginia Rotunda, Amerika Serikat


Eggers, Higgins, and John Russell Pope - Jefferson Memorial, Amerika Serikat

Federal style layaknya arsitektur neo-klasik classical revival di Prancis karena banyak menggunakan order arsitektur klasik, namun order arsitektur klasik ini sebatas digunakan di fasad saja, fungsi dan gubahan ruang disesuaikan untuk bangunan federal (kenegaraan), kantor, bahkan bank yang lebih bersifat formal.

Charles Bulfinch - Old State House, Amerika Serikat

 Samuel McIntire - Hamilton Hall, Amerika Serikat

 Charles Bulfinch - Harrison Gray Otis House, Amerika Serikat

 Salem Old Town Hall, Amerika Serikat

Charles Bulfinch - Faneuil Hall, Amerika Serikat

Colonial revival pun merupakan perkembangan dari arsitektur inggris (karena memang Amerika Serikat bekas jajahan Inggris) ditandai dengan digunakannya kosakata arsitektur neo-klasik seperti di Inggris namun banyak menggunakan kayu sebagai material utama (langgam ini berkembang setelah adanya Chicago Expo).










Queen Ann style  layaknya arsitektur neo-klasik gothic revival di Inggris karena banyak mengadopsi ornament-ornamen bahkan menara arsitektur gotik (biasanya didesain untuk rumah tinggal).






0 komentar:

Poskan Komentar