Selasa, 21 Mei 2013

Sejarah Arsitektur: Arsitektur Gotik

IV. Arsitektur Gotik

- Budaya: vasal, monastik
- Nilai: feodalisme
- Preseden: arsitektur klasik, arsitektur romanesk, arsitektur islam, & arsitektur mesopotamia
- Contoh: St. Albans Cathedral, Inggris; Salisbury Cathedral, Inggris; Notre Dame, Prancis; Wells Cathedral, Inggris; Florence Cathedral, Italia; St. Vitus Cathedral, Ceko;  Chartres Cathedral, Prancis
-  Unit: apase, ambulatory, cellar, chevet/cradle, nave
- Warisan: struktur: flying buttress, vaulting, bracing, diversifikasi kuda-kuda; tipologi: rumah, basilika (gereja), kastil
- Keprofesian arsitek: ada bersifat arcpriest dan seniman

Byzantium (Romawi Barat) adalah penerus tahta Romawi yang masih berdaulat didaerah Eropa Timur, bersebelahan dengan Kekhalifahan Islam di semenanjung Arab dan Kekaisaran Persia di dataran Mesopotamia. Byzantiumpun tak beda halnya dengan saudaranya Eropa Baratnya, mereka mengalami dark age setelah lesu akibat peperangan berabad-abad dengan Kekaisaran Perisa dan agresi Kekhalifahan Islam ke dataran Afrika Utara, Palestina, dan Turki.

Byzantium tidak mengalami masa feodalisme separah Prancis, Jerman, dll. karena sejarah kerajaan itu lenyap dengan cepat dari muka bumi dalam beberapa dekade selanjutnya akibat meluasnya Kekhalifahan Islam ke Asia Tengah (Persia), Afrika Utara (Mesir), Eurasia (Syam), Eropa Selatan (Andalusia), dan Eropa Timur (Byzantium sendiri). Namun dalam sejarahnya Byzantium memiliki andil banyak dalam penerapan arsitektur bahkan melahirkan langgam baru yang kelak akan memberi bias pada era modern.

Arsitektur gotik adalah perkembangan dari arsitektur klasik yang lahir di Eropa Timur mirip dengan saudaranya arsitektur romanesk yang lahir di Eropa Barat. Secara umum arsitektur gotik masih mempermainkan gubahan arsitektur klasik seperti arsitektur romanesk, namun Kerajaan Byzantium sebagai tempat berkembangnya arsitektur ini bertetangga dengan Kehalifahan Islam dan Kekaisaran Persia sehingga banyak elemen arsitektur islam dan arsitektur mesopotamia  yang mempengaruhi dan diadaptasi pada arsitektur gotik seperti elemen kubah dan ornamen fasad.

Gambar St. Albans Cathedral, Inggris


Gambar Salisbury Cathedral, Inggris

 Gambar Notre Dame, Prancis



Gambar Wells Cathedral, Inggris

Gambar Florence Cathedral, Italia


Gambar St. Vitus Cathedral, Ceko

 Gambar Chartres Cathedral, Prancis


Lihat bagaimana arsitektur gotik lebih bereksperimen dalam mendekorasi fasad dengan sangat detail, cukup kontras dengan arsitektur romanesk yang datar dan sedikit ornamen. Lihat pula ornamen-ornamen yang banyak terpengarushi oleh arsitektur lain.

Gambar Shah Mosque, Iran

Gambar interior Shah Mosque, Iran 

 Friday Mosque, Afghanistan

Si-o-se-Pol, Iran

Arsitektur gotik juga menerapkan solusi struktur bagi bangunan-bangunannya yang menjulang tinggi, seperti halnya arsitektur romanesk yang mengandalkan sistem triforium untuk menyangga bangunan, arsitektur gotik mengandfalkan sistem flying buttress. Sistem flying buttress pada dasarnya adalah sistem triforium, namun arsitektur gotik lebih bereksperimen dalam hal struktur. Bidang penyangga triforium dicoak hingga menjadi struktur yang organik, lebih meruang. Luar biasanya, selain flying buttress seluruh dinding dan elemen vertikal merupakan penyangga beban bangunan, bahkan hingga tralisnya sekalipun.

 Gambar struktur flaying buttres yang merupakan garapan dari struktur triforium yang dicoak

 Gambar penampang vault pada arsitektur romanesk dan arsitektur gotik yang juga mencoak vault

Gambar desain vault dan tralis sebagai upaya penahan beban berupa sistem vaulting dan sistem bracing

Lihat pula bagaimana perbedaan penerapan sistem triforium dan sistem flying buttress pada St. Albans Cathedral, Inggris yang masih menggunakan triforium dan Notre Dame, Prancis yang sudah menggunakan flying buttress pada contoh gambar bangunan di atas.

 Gambar denah (dari kiri ke kanan) Amiens Cathedral, Prancis dan Wells Cathedral, Inggris

Pada saat itu, profesi arsitek meredup , seperti halnya yang terjadi di arsitektur romanesk. Arsitektur gotik memperlihatkan betapa  merdeka, harmoni, dan sosialisnya sebuah nilai budaya, berkebalikan dengan arsitektur romanesk (klasik). Kedua arsitektur ini kedepannya akan memberikan bias pada perkembangan dan pertarungan gaya dalam arsitektur modern. Battle of style.

0 komentar:

Posting Komentar