Sabtu, 15 Oktober 2011

Akhlak Gaul Ala Rasul Waktu Bangun Tidur dan Aktivitas Setelahnya

Subhanallah. Udah pernah baca buku The 100: A Ranking of the Most Influential Persons in History karya Michael H. Hart (seorang astronom, fisikawan, dosen, dan penulis Yahudi asal Amerika)? Buku itu memaparkan biografi 100 orang yang paaaling berpengaruh di dunia sesuai urutan keberpengaruhannya dari nomor 1 sampai 100. Ada yang tau ga, dari sekian triliun manusia yang pernah hidup di muka Bumi, siapa coba orang yang paling berpengaruh peranannya bagi dunia saat ini?

"Ga tauuu."

Hah, masa ga tau? Mau tau jawabannya siapa? Manusia ranking 1 itu adalah Muhammad bin Abdullah, saw.! Meski beragama Yahudi, Hart tidak melupakan tokoh Islam untuk dia masukan ke dalam list-nya. Dia menulis dalam bukunya:


"Jatuhnya pilihan saya kepada Nabi Muhammad dalam urutan pertama daftar Seratus Tokoh yang berpengaruh di dunia mungkin mengejutkan sementara pembaca dan mungkin jadi tanda tanya sebagian yang lain. Tapi saya berpegang pada keyakinan saya, dialah Nabi Muhammad satu-satunya manusia dalam sejarah yang berhasil meraih sukses-sukses luar biasa baik ditilik dari ukuran agama maupun ruang lingkup duniawi." (Michael H. Hart)

Yah, emang udah jadi rahasia umum bagi kita kalau Rasulullah saw. adalah manusia yang paaaling sempurna. Beliau adalah seorang yang suskses hidupnya dari segi duniawi & ukhrawi (akhirat)! Siapa coba orang yang banyak merangkap pekerjaan seperti: presiden (pemimpin Negara Madinah), pemimpin militer, pejuang kemanusiaan, filantropis, reformis, diplomat, entrepreuner (pembisnis), filsuf, orator, dan pemimpin spiritual (nabi agama Islam) dalam satu badan? Siapa lagi kalau bukan Muhammad saw.! Sungguh luar biasa sejarah hidupnya, tinggal kitanya aja yang mencontoh. Nah makanya pada bab ini kita gali rahasianya karena emang itu intinya!

Kalau hati kita ‘ngacung’ –bertanya–:

“Kok bisa ya Rasul tuh jadi manusia paling sempurna?”


Iya dong. Kan:

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS Al-Ahzab [33]: 21)

Gitu, makanya beliau tuh dapat dikatakan sebagai manusia sempurna. Oh iya, maaf, bagi Sahabat-Sahabat, saya –yang nulis– bukan berarti saya ‘sempurna’ ya. Tapi kita sama-sama untuk mencoba sempurna layaknya Rasulullah saw.

Yap! Maka dari itu, dibalik sesosok manusia sempurna, pasti ada rahasianya yaitu akhlak perbuatannya. Yuk kita cari tahu, kita baca dan sama-sama untuk mengamalkannya.

Pribadi seseorang pasti ga akan lepas sama kegiatannya sehari-hari, mulai dari ia bangun tidur sampai tidur lagi, pasti serangkaian kegiatan itu yang menerminkan diri seseorang. Kalau orang yang rajin, pasti abis bangun tidur beresin dulu sebelum melakukan rutinitas lainnya. Kalau banyak agenda, pasti dia jadwalin dulu. Kalau mau makan harus rapi dan sebagainya.

Lain sama orang yang males. Pasti hidupnya ga ada gairah, misal, kalau bangun tidur, dengan raut wajah ga ceria dipeuhi air liur disekujur mukanya, ia pasti langsung pergi ke kamar madi, cuci muka, terus baringan lagi deh dikasur, aduh, aduh. –hehehe, ini perbuatan siapa ya?–.

Lain juga sama orang yang suka marah, pasti aktivitas hidupnya membuat ia tertekan, meski aktivitasnya ia cintai. Beda juga sama orang yang pelit, pasti deh dia orang yang ga pernah puas juga pasti jarang puasa –hehe, hubungannya apa?–. dan berbagai macam pribadi manusia lainnya pasti dipengaruhi sama serangkaian aktifitasnya sehari-hari. Ya, mungkin ini kayak ‘reaksi bom rantai’, kalau satu meledak, meledak semua. Persis dengan kegiatan kita sehari-hari, iya ga?

Nah begitupun Nabi kita tercinta. Akhlaknya yang menawan itu pati dipengaruhi oleh salah satu faktor, yakni aktivitas beliau dari eliau bangun tidur ampe tidur lagi.

Maka bagaimana seorang nabi, presiden, pemimpin militer, pejuang kemanusiaan, filantropis, reformis, diplomat, entrepreuner, filsuf, orator, ayah, kakek, dan seorang yang paling sempurna diantara kita ini perbuat dalam kehidupannya sehari-hari?

Ini nih jawabannya!
***

1. Akhlak Gaul Ala Rasul Waktu Bangun Tidur dan Aktivitas Setelahnya


Hayo ngaku! Kalau waktu ruh Sahabat kembali ke tubuhnya masing-masing setelah tidur, apa yang Sahabat lakuin? Bangun terus tidur lagi? Bangun terus mengusap air liur yang mendanau terus tidur lagi? Bangun terus beresin tempat tidur? Bangun terus bengunin orangtua buat beresin tempat tidur sendiri? Bangun terus mandi? Tidak lupa menggosok gigi? Habis mandi ku tolong ibu? Membersihkan tempat tidurku? –nah lho, kenapa jadi lagu, hehehe–

Mau tau apa yang dilakuin Rasulullah saw. waktu bangun tidur?

Alhamdulillah, memang Nabi juga manusia, membutuhkan tidur. Maka dari itu, untuk mensyukurinya, pada saat bangun tidur beliau mengucapkan doa:

Alhamdulillahilladzi ahyaanaa ba’da maa amatanaa wa ilaihin nusyuur.

Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kembali kami setelah mematikan kami. Kepada-Nyalah kami akan kembali. (HR Bukhari)

Nah, doa dulu tuh untuk mengawali hari indah dengan matahari yang cerah, hehehe.

Oh iya, Sahabat semua kalau bangun tidur biasanya jam berapa sih? Jam 4? Jam 5? Atau kebablasan sampai-sampai lupa shalat subuh bahkan telat ke sekolah atau ke kampus? Wah parah nih! Tau ga, kalau Nabi itu bangunnya di sepertiga malam!

Diriwayatkan dari Masruq: Saya bertanya kepada Aisyah ra., mengenai amal soleh yang paling disukai oleh Rasulullah Saw., kemudian Aisyah r.a. menjawab: Amal baik yang paling dicintai oleh Rasulullah Saw. adalah amal baik yang dikerjakannya secara rutin. Asyah r.a. ditanya lagi: kapan Rasulaullah Saw. bangun dimalam hari untuk bertahajjud? Aisyah menjawab: Rasulullah Saw. bangun ketika mendengar ayam jantan mulai berkokok. (HR Bukhari)

Wuidih! Malah ngedahuluin ayam jantan lagi bangunnya!

Hadist riwayat lain (dari Al-Asy'ats) berbunyi sebagai berikut: Ketika Rasulullah Saw. mendengar ayam jantan mulai berkokok, beliau bangun kemudian melaksanakan salat tahajjud. (HR Bukhari)

Nah, abis bangun pagi buta gitu, beliau bukan malah tidur lagi atau matiin alarem (baca: alarm) jam atau hape –lha, emang ada ya? –, namun beliau pasti menyempatkan diri untuk ‘dua-duan’ dulu.

“Nah lho! Dua-duaan sama siapa?!”

Beliau segera mengambil air wudhu dan kembali ke kamarnya atau bahkan pergi ke masjid untuk berkhalwat kepada Allah.

Eh tapi tentunya setelah bangun dan memaca doa, beliau ga langsung tiba-tiba shalat kan? Pasti harus ada yang dikerjakan dulu sebelum shalat, apa coba?
“Wudhu!”

Ya iya lah, selain itu!

“Ga tau atuh ....”

Nah, kalau ada lagu yang berkicau, “Bangun pagi ku terus mandi, tidak lupa menggosok gigi.”

Nah itu bener tuh, soalnya sebelum wudhu setelah bangun tidur beliau:

Dari Hudzaifah r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. itu apabila bangun dari tidur, beliau menggosok-gosok mulutnya - yakni gigi-giginya - dengan siwak." (HR Muttafaq 'alaih)

Baru deh, mulai shalat dengan khusyuknya, dengan hati yang bersih dan indah untuk ‘menatap’ Allah swt.

Beliau saw. adalah orang yang emang hobi untuk berkhalwat di sepertiga malam. Beliau begitu menghayati setiap detik yang terlewatkan saat mendirikan shalat malam. Bahkan ga tanggung-tanggung. Shalat tahajjud beliau itu ga cuma 5 menit selesai kayak kita lho. Shalat beliau sangatlah beliau jaga dan nikmati. Lama sih, tapi kerasa khasiatnya. Bahkan seorang sahabatnya yang kebetulan nemu Rasulullah ternyata sedang shalat tahajjud sendirian di masjid terus numpang ikut berjamaah berkata:

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud r.a., dia berkata: Pada suatu malam saya mengikuti salat tahajjud bersama Nabi Saw., beliau berdiri lama sehingga saya berniat tidak baik. Ditanyakan kepada Abdullah in Mas'ud: "anda berniat apa?" Dia menjawab: "Saya rasanya ingin duduk dan membiarkan Nabi Saw. berdiri." (HR Bukhari)

Wah, saking lama shalat beliau, sampai-sampai Abdullah bin Mas’ud, sahabat yang tadi ikut berjamaah tahajjud bareng rasul aja sampai mau ninggalin Nabi shalat sendirian lagi, ckckck.

Dalam riwayat lain bahkan dijelaskan:

Dari Aisyah radhiallahu 'anha, katanya: "Nabi s.a.w. itu berdiri untuk bersembahyang malam, sehingga pecah-pecah kedua tapak kakinya. Saya berkata kepadanya: "Mengapa Tuan mengerjakan sedemikian ini, ya Rasulullah, padahal sudah diampunkan untuk Tuan dosa-dosa Tuan yang dahulu dan yang kemudian?" beliau s.a.w. lalu bersabda: "Tidakkah saya ini seorang hamba yang banyak bersyukur." (HR Muttafaq 'alaih)

Sampai segitunya lho rasul. Karena beliau tahu kalau dibalik hobinya itu ada banyaaaaaaaaaak sekali manfaat juga pahala yang akan beliau raih, subhanallah.

“Manfaatnya apa?”


Manfaatnya:

Dari Abdullah bin Salam r.a. bahwasanya Nabi s.a.w. bersabda: "Hai sekalian manusia, ratakanlah salam, berikanlah makanan, bersembahyanglah di waktu malam sedang para manusia sedang tidur, maka engkau semua akan dapat memasuki syurga dengan selamat." (HR Tirmizi)

Eh, buat yang masih suka ngantuk meski udah bangun buat tahajjud, ada saran nih dari Nabi:

Dari Abu Hurairah r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Jikalau seseorang di antara engkau  semua bangun di waktu malam lalu membaurlah al-Quran itu  pada lisannya - yakni tidak keruan-keruan lagi bacaannya sebab mengantuk, kemudian  ia tidak dapat mengetahui lagi apa yang dibaca olehnya - yakni tidak lagi memperhatikan isi dan maknanya, maka baiklah ia berbaring-yakni tidur saja dulu."(HR Riwayat Muslim)

Jadi, istirahat dulu aja, daripada ga sadar waktu lagi shalat, kan sama aja ga ada pahalanya kalau shalat ga lagi dalam keadaan berakal alias sadar.
Oh iya ada do’anya nih kalau udah selesai:

“Nah, abis tahajjud ngapain?”


Kalau beliau sedang ingin melaksanakan shaum sunnah, ya beliau pasti sahur dulu. Biasanya beliau membangunkan keluarganya untuk sahur bersama. Terus beliau tidur-tiduran lagi sebentar.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru bin Al-'Ash r.a. bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda kepadanya: "Salat sunat yang paling disenangi oleh Allah adalah salat Dawud a.s. dan puasa yang paling disenangi oleh Allah adalah puasa Dawud a.s. Dawud tidur hingga pertengahan mala, kemudian bertahajjud selama sepertiga malam, lalu tidur lagi selama seperenam malam. Dawud berpuasa sunat dengan selang sehari/sehari berpuasa sehari tidak." (HR Bukhari)

Tapi beliau ga langsung tidur-tiduran buat males-malesan ya. Beliau istirahat sejenak buat nunggu waktu subuh.

Dari Abu Qatadah r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. itu apabila bepergian lalu menginap di waktu malam, beliau s.a.w. berbaring pada sebelah kanan tubuhnya dan jikalau tidur sebelum hampir waktu subuh, maka beliau s.a.w. menegakkan lengan tangan dan meletakkan kepalanya di atas tapak tangannya itu." (HR Muslim)

Ingat ya, waktu mau mau nunggu subuh dengan sedikit tidur untuk beristirahat sejenak itu dilakukan dengan posisi duduk dan tanyan yang menyangga kepala, bukan tidur-tiduran buat berbaring. Tujuannya biar cepet bangun ‘n ga ngebuat lelap tidurnya.

dan disela-sela antara sahur sampai subuh, beliau berdoa:

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bakwa Rasulullah Saw. pernah bersada: "Tuhan kami yang Maha Suci dan Maha Tinggi turun kelangit yang paling awah setiap sepertiga malam yang akhir. Ketika itulah Allah 'Azza wa Jalla berfirman, 'Siapa yang berdua kepada-Ku akan Aku kabulkan, siapa yang meminta keoada-Ku akan Aku beri, siapa yang memohon ampunan kepada-Ku akan Aku ampuni.'" (HR Bukhari)

Nah, gitu deh sampai subuh tiba. Oh iya, buat Sahabat-Sahabat yang susah bangun, Nabi bersabda nih:

Diriwayatkan dari Adbullah r.a.: Dihadapan Nai Saw. diceritakan perihal seseorang yang tidur dimalam hari sampai Subuh tanpa bangun untuk salat sunat/tahajjud, kemudian Rasulullah Saw. bersabda, "Setan telah mengincingi telinga orang tersebut." (HR Bukhari)
  
Nah lho! Hati-hati tuh! Hehehe, karena:
Diriwayatkan dari Au Hurairah r.a. bahwa Rasulaullah Saw. pernah bersabda: "Setan mengingatkan tiga ikatan buhul pada bagian belakang kepala orang yang sedang tidur tanpa salat malam. Pada setiap ikatan setan memisikan, 'Malam masih panjang, teruskan tidurmu!' Jika seseorang angun bangun di malam hari kemudaian dia mengingat Allah, maka lepaslah satu ikatan. Jika dia berwudu lepasalah ikatan yang kedua, kenudian jika dia melaksanakan salat tahajjud, maka lepasalah ikatan yang ketiga, sehingga dia menyapa pagi dengan semangat dan hati yang benin. Jika dia tetap tidur, maka dia akan menempuh pagi dengan hati yang keruh dan malas." (HR Bukhari)

Hati-hati sama yang ini juga nih:

Diriwayatkan dari Abdullah r.a.: Dihadapan Nabi Saw. diceritakan perihal seseorang yang tidur dimalam hari sampai Subuh tanpa bangun untuk salat sunat/tahajjud, kemudian Rasulullah Saw. bersabda, "Setan telah mengincingi telinga orang tersebut." (HR Bukhari)

Wihihi, makanya abis bangun tidur langsung deh berniat baik, berdo’a, wudhu, tahajjud dan seterusnya. Terus kalau bisa, saat adzan berkumandang segera bergegas, pakai sarungmu atau mukenamu untuk pergi ke masjid, karena Nabi saw. Suka shalat subuh berjamaah di masjid sambil ngajak keluarganya.

Eh, jangan lupa juga sama ibadah sunnah, soalnya sebelum shalat subuh, Nabi saw. selalu mengerjakan shalat fajar dan shalat qabla subuh lho.

Diriwayatkan dari Aisyah r.a., dia berkata: Tidak ada salat sunat yang lebih dibiasakan dan dilaksanakan lebih giat oleh Rasulullah Saw. daripada salat sunat dua rakaat fajar (sebelum salat Subuh). (HR Bukhari)


Bumi Allah, 17 Rabi'ul Awal 1431 H – 3 Maret 2010 M
Annas Ta’limuddin Maulana

0 komentar:

Posting Komentar