Arsitektur

Konten yang berisi materi, tugas, dan karya, khususnya saat menjadi mahasiswa arsitektur.

Grafis

Konten yang berisi kumpulan dan koleksi karya grafis pribadi.

Islam

Konten yang berisi pemahaman materi, perspektif pribadi, dan artikel ringan yang dikemas dalam bahasa yang mudah dimengerti.

Informatika

Konten yang berisi kumpulan materi dan karya dalam menggarap bidang informatika.

Wisata

Konten yang berisi catatan perjalanan dalam berwisata, baik berupa sekedar jalan-jalan, backpacking, studi banding, tour, dll.

Minggu, 23 Oktober 2011

Akhlak Gaul Ala Rasul Waktu Bersuci (Mandi, Sikat Gigi, Wudhu, dll.)


***

2. Akhlak Gaul Ala Rasul Waktu Bersuci (Mandi, Sikat Gigi, Wudhu, dll.)

Wah, ga afdhal nih kalau pagi-pagi ga langsung mandi! Hehehe, ga enak kan, badan serasa kotor atau sebagainya –hihihi–. Atau Sahabat orang yang males mandi?! Wah parah tuh! Kebiasan buruk yang harus ditinggalin.

Hehe, jadi inget waktu kecil. Dulu waktu kecil maleees banget buat mandi. Sampai-sampai kalau lagi liburan tuh, madi itu bisa baru jam 3 sore! Hahaha, kebayang bagaimana bau badan yang kurang begitu enak bagi hidung, hehehe.

Tapi ga gitu tuh cara Nabi! Gini nih cara beliau:


Beliau selalu mengawali aktifitasnya untuk bersuci terlebih dahulu. Kalau bisa, sebelum shalat subuh atau dalam menunggu shalat subuh, mandi dulu dong!

Kayak nabi, beliau pasti mandi dulu. Kalau mau mandi, pasti ke kamar mandi dong. Tapi sebelum masuk ke kamar mandi, berdoalah:

Allahumma innii a’uudzubika minal khubuutsi wal khabaa-its.

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari segala kesejahteraan dan kotoran. (HR Bukhari, Muslim)

Pakai kaki kiri ya! Eh, masa mandi masih pakai baju sih? Buka baju + berdoa dulu kayak Nabi lha!

Bismillahilladzii Laa ilaaha illa huwa.

Dengan nama Allah yang tiada Tuhan selain Dia. (HR Ibnu Sunni)

Eits! Masih dalam cara Nabi! Kalau mau lepas baju, dari lengan yang kiri dulu tuh.

Dari Hafshah radhiallahu 'anha bahwasanya Rasulullah s.a.w. menggunakan anggota kanannya untuk makan, minum dan mengenakan pakaiannya serta menggunakan anggota kirinya untuk yang selain di atas itu." (HR Abu Dawud)

Nah, saatnya mandi! Jangan lupa menggosok gigi! Eh, ini sunnah lho! Ga percaya:

Dari Hudzaifah r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. itu apabila bangun dari tidur, beliau menggosok-gosok mulutnya - yakni gigi-giginya - dengan siwak." (HR Muttafaq 'alaih)

Mandi selesai! Maka berdoalah:

Allahummaj’alnii minat-tawwabiina waj’alni minal mutathahhiriin.

Ya Allah, jadikanlah diriku termasuk orang-orang yang selalu bertaubat dan jadikanlah diriku termasuk orang-orang yang mensucikan diri. (HR Tirmizi)

dan doa keluar kamar mandi:

Ghufraanaka alhamdulillaahilladzii adzhaba’annil Adzaa wa ‘aafaanii.

Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kotoranku dan membuatku sehat. (HR Ibnu Sunni, Thabrani)

Kalau keluar pake kaki kanan. Wah, benerkan? Ini nih tips sehat secara singkat. Yap, udah mandi + sikat gigi, ya apa lagi selain pake baju. dan ternyata ada doanya lho:

Alhamdulillaahilladzii kasaanii haadzats tsauba waraqaniihi min ghairi haulin minnii walaa quwwatin.

Segala puji agi Allah, Dzat yang telah memberi pakaian ini kepadaku dan memberi rezeki ini kepadaku dari ketiadaanku akan daya upaya dan kekuatan. (HR Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah)

Pakai baju tentunya dengan mengenakan lengan kanan terlebih dahulu dan siap beraktifitas!
Weits! Belum selesai ternyata! Ada yang khusus nih di hari Jumat:

Dari Salman ra, ia berkata : Rasulullah saw, bersabda : “Seorang lelaki yang mandi pada hari Jumat dan bersuci diri semampu ia bersuci, memakai minyak atau wewangian, kemudian ia keluar ke masjid, tidak memisahkan antara dua orang yang sedang duduk untuk dilompati, lalu mengerjakan salat sesuai dengan yang telah ditentukan baginya, kemudian ia diam ketika imam(khatib) sedang berkhutbah, maka pasti dosanya diampuni antara Jumat itu dengan Jumat yang lalu.” (H.R Bukhari)

Wah, gimana akhlak beliau ga gaul? Pakai parfum sama nyisir dan sebagainya aja sudah dapat disebut melakukan kebiasaan beribadah sunnah. Memang Nabi yang begitu sempurna bagi ummatnya yang tiada daya.

Jangan lupa juga kalau mau nyisir baca doa ini biar lebih keliatan ganteng.

“Lha, saya udah ganteng ga perlu doa ini!”

Yeh! Mau seganteng apapun kamu, baca deh doa ini waktu ngaca sama sisiran:

Alhamdulillaahi allahumma kamaa hasanta khalqii fahassin khuliqii.

Segala puji bagi Allah. Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memperindah rupaku, maka baguskanlah budi pekertiku. (HR Ibnu Hibban)

Tuh kan, Nabi yang udah jelas kegantengannya aja masih rendah hati dan tetap berdoa sama Allah. ^,^

“Eh, ada yang lupa ya, kalau wudhu?”

Oh iya, kalau wudhu juga ada tata cara ala Nabinya nih. Sebelum wudhu, cobalah membaca:

Allahummaghfirlii dzanbii wawassi’ lii fii daari wabaariklii fii rizqii.

Ya Allah, ampunilah dosaku, lapangkanlah rumahku, dan berkahilah dalam rezekiku. (HR An-Nasa’i, Ibnu Sunni)

Nah, berwudhulah tiga kali-tiga kali sesuai urutan wudhu dan utamakan anggota tubuh yang kanan. Setelahnya bacalah:

Asyhadu an laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lahu wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh. Allahumaj’alni minat-tawwabiina waj’alnii minal mutathahhiriin.

Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah, tak ada sekutu baginya, dan aku bersaksi bahwa nabi Muhammad itu hamba dan utusan Allah. Ya Allah, masukkanlah aku ke dalam golongan orang yang selalu bertaubat dan mensucikan diri. (HR Muslim, Tirmizi)


Bumi Allah, 17 Rabi'ul Awal 1431 H – 3 Maret 2010 M
Annas Ta’limuddin Maulana

Sabtu, 15 Oktober 2011

Akhlak Gaul Ala Rasul Waktu Bangun Tidur dan Aktivitas Setelahnya

Subhanallah. Udah pernah baca buku The 100: A Ranking of the Most Influential Persons in History karya Michael H. Hart (seorang astronom, fisikawan, dosen, dan penulis Yahudi asal Amerika)? Buku itu memaparkan biografi 100 orang yang paaaling berpengaruh di dunia sesuai urutan keberpengaruhannya dari nomor 1 sampai 100. Ada yang tau ga, dari sekian triliun manusia yang pernah hidup di muka Bumi, siapa coba orang yang paling berpengaruh peranannya bagi dunia saat ini?

"Ga tauuu."

Hah, masa ga tau? Mau tau jawabannya siapa? Manusia ranking 1 itu adalah Muhammad bin Abdullah, saw.! Meski beragama Yahudi, Hart tidak melupakan tokoh Islam untuk dia masukan ke dalam list-nya. Dia menulis dalam bukunya:


"Jatuhnya pilihan saya kepada Nabi Muhammad dalam urutan pertama daftar Seratus Tokoh yang berpengaruh di dunia mungkin mengejutkan sementara pembaca dan mungkin jadi tanda tanya sebagian yang lain. Tapi saya berpegang pada keyakinan saya, dialah Nabi Muhammad satu-satunya manusia dalam sejarah yang berhasil meraih sukses-sukses luar biasa baik ditilik dari ukuran agama maupun ruang lingkup duniawi." (Michael H. Hart)

Yah, emang udah jadi rahasia umum bagi kita kalau Rasulullah saw. adalah manusia yang paaaling sempurna. Beliau adalah seorang yang suskses hidupnya dari segi duniawi & ukhrawi (akhirat)! Siapa coba orang yang banyak merangkap pekerjaan seperti: presiden (pemimpin Negara Madinah), pemimpin militer, pejuang kemanusiaan, filantropis, reformis, diplomat, entrepreuner (pembisnis), filsuf, orator, dan pemimpin spiritual (nabi agama Islam) dalam satu badan? Siapa lagi kalau bukan Muhammad saw.! Sungguh luar biasa sejarah hidupnya, tinggal kitanya aja yang mencontoh. Nah makanya pada bab ini kita gali rahasianya karena emang itu intinya!

Kalau hati kita ‘ngacung’ –bertanya–:

“Kok bisa ya Rasul tuh jadi manusia paling sempurna?”


Iya dong. Kan:

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS Al-Ahzab [33]: 21)

Gitu, makanya beliau tuh dapat dikatakan sebagai manusia sempurna. Oh iya, maaf, bagi Sahabat-Sahabat, saya –yang nulis– bukan berarti saya ‘sempurna’ ya. Tapi kita sama-sama untuk mencoba sempurna layaknya Rasulullah saw.

Yap! Maka dari itu, dibalik sesosok manusia sempurna, pasti ada rahasianya yaitu akhlak perbuatannya. Yuk kita cari tahu, kita baca dan sama-sama untuk mengamalkannya.

Pribadi seseorang pasti ga akan lepas sama kegiatannya sehari-hari, mulai dari ia bangun tidur sampai tidur lagi, pasti serangkaian kegiatan itu yang menerminkan diri seseorang. Kalau orang yang rajin, pasti abis bangun tidur beresin dulu sebelum melakukan rutinitas lainnya. Kalau banyak agenda, pasti dia jadwalin dulu. Kalau mau makan harus rapi dan sebagainya.

Lain sama orang yang males. Pasti hidupnya ga ada gairah, misal, kalau bangun tidur, dengan raut wajah ga ceria dipeuhi air liur disekujur mukanya, ia pasti langsung pergi ke kamar madi, cuci muka, terus baringan lagi deh dikasur, aduh, aduh. –hehehe, ini perbuatan siapa ya?–.

Lain juga sama orang yang suka marah, pasti aktivitas hidupnya membuat ia tertekan, meski aktivitasnya ia cintai. Beda juga sama orang yang pelit, pasti deh dia orang yang ga pernah puas juga pasti jarang puasa –hehe, hubungannya apa?–. dan berbagai macam pribadi manusia lainnya pasti dipengaruhi sama serangkaian aktifitasnya sehari-hari. Ya, mungkin ini kayak ‘reaksi bom rantai’, kalau satu meledak, meledak semua. Persis dengan kegiatan kita sehari-hari, iya ga?

Nah begitupun Nabi kita tercinta. Akhlaknya yang menawan itu pati dipengaruhi oleh salah satu faktor, yakni aktivitas beliau dari eliau bangun tidur ampe tidur lagi.

Maka bagaimana seorang nabi, presiden, pemimpin militer, pejuang kemanusiaan, filantropis, reformis, diplomat, entrepreuner, filsuf, orator, ayah, kakek, dan seorang yang paling sempurna diantara kita ini perbuat dalam kehidupannya sehari-hari?

Ini nih jawabannya!
***

1. Akhlak Gaul Ala Rasul Waktu Bangun Tidur dan Aktivitas Setelahnya


Hayo ngaku! Kalau waktu ruh Sahabat kembali ke tubuhnya masing-masing setelah tidur, apa yang Sahabat lakuin? Bangun terus tidur lagi? Bangun terus mengusap air liur yang mendanau terus tidur lagi? Bangun terus beresin tempat tidur? Bangun terus bengunin orangtua buat beresin tempat tidur sendiri? Bangun terus mandi? Tidak lupa menggosok gigi? Habis mandi ku tolong ibu? Membersihkan tempat tidurku? –nah lho, kenapa jadi lagu, hehehe–

Mau tau apa yang dilakuin Rasulullah saw. waktu bangun tidur?

Alhamdulillah, memang Nabi juga manusia, membutuhkan tidur. Maka dari itu, untuk mensyukurinya, pada saat bangun tidur beliau mengucapkan doa:

Alhamdulillahilladzi ahyaanaa ba’da maa amatanaa wa ilaihin nusyuur.

Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kembali kami setelah mematikan kami. Kepada-Nyalah kami akan kembali. (HR Bukhari)

Nah, doa dulu tuh untuk mengawali hari indah dengan matahari yang cerah, hehehe.

Oh iya, Sahabat semua kalau bangun tidur biasanya jam berapa sih? Jam 4? Jam 5? Atau kebablasan sampai-sampai lupa shalat subuh bahkan telat ke sekolah atau ke kampus? Wah parah nih! Tau ga, kalau Nabi itu bangunnya di sepertiga malam!

Diriwayatkan dari Masruq: Saya bertanya kepada Aisyah ra., mengenai amal soleh yang paling disukai oleh Rasulullah Saw., kemudian Aisyah r.a. menjawab: Amal baik yang paling dicintai oleh Rasulullah Saw. adalah amal baik yang dikerjakannya secara rutin. Asyah r.a. ditanya lagi: kapan Rasulaullah Saw. bangun dimalam hari untuk bertahajjud? Aisyah menjawab: Rasulullah Saw. bangun ketika mendengar ayam jantan mulai berkokok. (HR Bukhari)

Wuidih! Malah ngedahuluin ayam jantan lagi bangunnya!

Hadist riwayat lain (dari Al-Asy'ats) berbunyi sebagai berikut: Ketika Rasulullah Saw. mendengar ayam jantan mulai berkokok, beliau bangun kemudian melaksanakan salat tahajjud. (HR Bukhari)

Nah, abis bangun pagi buta gitu, beliau bukan malah tidur lagi atau matiin alarem (baca: alarm) jam atau hape –lha, emang ada ya? –, namun beliau pasti menyempatkan diri untuk ‘dua-duan’ dulu.

“Nah lho! Dua-duaan sama siapa?!”

Beliau segera mengambil air wudhu dan kembali ke kamarnya atau bahkan pergi ke masjid untuk berkhalwat kepada Allah.

Eh tapi tentunya setelah bangun dan memaca doa, beliau ga langsung tiba-tiba shalat kan? Pasti harus ada yang dikerjakan dulu sebelum shalat, apa coba?
“Wudhu!”

Ya iya lah, selain itu!

“Ga tau atuh ....”

Nah, kalau ada lagu yang berkicau, “Bangun pagi ku terus mandi, tidak lupa menggosok gigi.”

Nah itu bener tuh, soalnya sebelum wudhu setelah bangun tidur beliau:

Dari Hudzaifah r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. itu apabila bangun dari tidur, beliau menggosok-gosok mulutnya - yakni gigi-giginya - dengan siwak." (HR Muttafaq 'alaih)

Baru deh, mulai shalat dengan khusyuknya, dengan hati yang bersih dan indah untuk ‘menatap’ Allah swt.

Beliau saw. adalah orang yang emang hobi untuk berkhalwat di sepertiga malam. Beliau begitu menghayati setiap detik yang terlewatkan saat mendirikan shalat malam. Bahkan ga tanggung-tanggung. Shalat tahajjud beliau itu ga cuma 5 menit selesai kayak kita lho. Shalat beliau sangatlah beliau jaga dan nikmati. Lama sih, tapi kerasa khasiatnya. Bahkan seorang sahabatnya yang kebetulan nemu Rasulullah ternyata sedang shalat tahajjud sendirian di masjid terus numpang ikut berjamaah berkata:

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud r.a., dia berkata: Pada suatu malam saya mengikuti salat tahajjud bersama Nabi Saw., beliau berdiri lama sehingga saya berniat tidak baik. Ditanyakan kepada Abdullah in Mas'ud: "anda berniat apa?" Dia menjawab: "Saya rasanya ingin duduk dan membiarkan Nabi Saw. berdiri." (HR Bukhari)

Wah, saking lama shalat beliau, sampai-sampai Abdullah bin Mas’ud, sahabat yang tadi ikut berjamaah tahajjud bareng rasul aja sampai mau ninggalin Nabi shalat sendirian lagi, ckckck.

Dalam riwayat lain bahkan dijelaskan:

Dari Aisyah radhiallahu 'anha, katanya: "Nabi s.a.w. itu berdiri untuk bersembahyang malam, sehingga pecah-pecah kedua tapak kakinya. Saya berkata kepadanya: "Mengapa Tuan mengerjakan sedemikian ini, ya Rasulullah, padahal sudah diampunkan untuk Tuan dosa-dosa Tuan yang dahulu dan yang kemudian?" beliau s.a.w. lalu bersabda: "Tidakkah saya ini seorang hamba yang banyak bersyukur." (HR Muttafaq 'alaih)

Sampai segitunya lho rasul. Karena beliau tahu kalau dibalik hobinya itu ada banyaaaaaaaaaak sekali manfaat juga pahala yang akan beliau raih, subhanallah.

“Manfaatnya apa?”


Manfaatnya:

Dari Abdullah bin Salam r.a. bahwasanya Nabi s.a.w. bersabda: "Hai sekalian manusia, ratakanlah salam, berikanlah makanan, bersembahyanglah di waktu malam sedang para manusia sedang tidur, maka engkau semua akan dapat memasuki syurga dengan selamat." (HR Tirmizi)

Eh, buat yang masih suka ngantuk meski udah bangun buat tahajjud, ada saran nih dari Nabi:

Dari Abu Hurairah r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Jikalau seseorang di antara engkau  semua bangun di waktu malam lalu membaurlah al-Quran itu  pada lisannya - yakni tidak keruan-keruan lagi bacaannya sebab mengantuk, kemudian  ia tidak dapat mengetahui lagi apa yang dibaca olehnya - yakni tidak lagi memperhatikan isi dan maknanya, maka baiklah ia berbaring-yakni tidur saja dulu."(HR Riwayat Muslim)

Jadi, istirahat dulu aja, daripada ga sadar waktu lagi shalat, kan sama aja ga ada pahalanya kalau shalat ga lagi dalam keadaan berakal alias sadar.
Oh iya ada do’anya nih kalau udah selesai:

“Nah, abis tahajjud ngapain?”


Kalau beliau sedang ingin melaksanakan shaum sunnah, ya beliau pasti sahur dulu. Biasanya beliau membangunkan keluarganya untuk sahur bersama. Terus beliau tidur-tiduran lagi sebentar.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru bin Al-'Ash r.a. bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda kepadanya: "Salat sunat yang paling disenangi oleh Allah adalah salat Dawud a.s. dan puasa yang paling disenangi oleh Allah adalah puasa Dawud a.s. Dawud tidur hingga pertengahan mala, kemudian bertahajjud selama sepertiga malam, lalu tidur lagi selama seperenam malam. Dawud berpuasa sunat dengan selang sehari/sehari berpuasa sehari tidak." (HR Bukhari)

Tapi beliau ga langsung tidur-tiduran buat males-malesan ya. Beliau istirahat sejenak buat nunggu waktu subuh.

Dari Abu Qatadah r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. itu apabila bepergian lalu menginap di waktu malam, beliau s.a.w. berbaring pada sebelah kanan tubuhnya dan jikalau tidur sebelum hampir waktu subuh, maka beliau s.a.w. menegakkan lengan tangan dan meletakkan kepalanya di atas tapak tangannya itu." (HR Muslim)

Ingat ya, waktu mau mau nunggu subuh dengan sedikit tidur untuk beristirahat sejenak itu dilakukan dengan posisi duduk dan tanyan yang menyangga kepala, bukan tidur-tiduran buat berbaring. Tujuannya biar cepet bangun ‘n ga ngebuat lelap tidurnya.

dan disela-sela antara sahur sampai subuh, beliau berdoa:

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bakwa Rasulullah Saw. pernah bersada: "Tuhan kami yang Maha Suci dan Maha Tinggi turun kelangit yang paling awah setiap sepertiga malam yang akhir. Ketika itulah Allah 'Azza wa Jalla berfirman, 'Siapa yang berdua kepada-Ku akan Aku kabulkan, siapa yang meminta keoada-Ku akan Aku beri, siapa yang memohon ampunan kepada-Ku akan Aku ampuni.'" (HR Bukhari)

Nah, gitu deh sampai subuh tiba. Oh iya, buat Sahabat-Sahabat yang susah bangun, Nabi bersabda nih:

Diriwayatkan dari Adbullah r.a.: Dihadapan Nai Saw. diceritakan perihal seseorang yang tidur dimalam hari sampai Subuh tanpa bangun untuk salat sunat/tahajjud, kemudian Rasulullah Saw. bersabda, "Setan telah mengincingi telinga orang tersebut." (HR Bukhari)
  
Nah lho! Hati-hati tuh! Hehehe, karena:
Diriwayatkan dari Au Hurairah r.a. bahwa Rasulaullah Saw. pernah bersabda: "Setan mengingatkan tiga ikatan buhul pada bagian belakang kepala orang yang sedang tidur tanpa salat malam. Pada setiap ikatan setan memisikan, 'Malam masih panjang, teruskan tidurmu!' Jika seseorang angun bangun di malam hari kemudaian dia mengingat Allah, maka lepaslah satu ikatan. Jika dia berwudu lepasalah ikatan yang kedua, kenudian jika dia melaksanakan salat tahajjud, maka lepasalah ikatan yang ketiga, sehingga dia menyapa pagi dengan semangat dan hati yang benin. Jika dia tetap tidur, maka dia akan menempuh pagi dengan hati yang keruh dan malas." (HR Bukhari)

Hati-hati sama yang ini juga nih:

Diriwayatkan dari Abdullah r.a.: Dihadapan Nabi Saw. diceritakan perihal seseorang yang tidur dimalam hari sampai Subuh tanpa bangun untuk salat sunat/tahajjud, kemudian Rasulullah Saw. bersabda, "Setan telah mengincingi telinga orang tersebut." (HR Bukhari)

Wihihi, makanya abis bangun tidur langsung deh berniat baik, berdo’a, wudhu, tahajjud dan seterusnya. Terus kalau bisa, saat adzan berkumandang segera bergegas, pakai sarungmu atau mukenamu untuk pergi ke masjid, karena Nabi saw. Suka shalat subuh berjamaah di masjid sambil ngajak keluarganya.

Eh, jangan lupa juga sama ibadah sunnah, soalnya sebelum shalat subuh, Nabi saw. selalu mengerjakan shalat fajar dan shalat qabla subuh lho.

Diriwayatkan dari Aisyah r.a., dia berkata: Tidak ada salat sunat yang lebih dibiasakan dan dilaksanakan lebih giat oleh Rasulullah Saw. daripada salat sunat dua rakaat fajar (sebelum salat Subuh). (HR Bukhari)


Bumi Allah, 17 Rabi'ul Awal 1431 H – 3 Maret 2010 M
Annas Ta’limuddin Maulana

Sabtu, 06 Agustus 2011

Sepuluh Indikator Sukses Meraih Keutamaan Ramadhan

“Berapa banyak orang yang berpuasa namun ia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali lapar dan dahaga…” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits Rasulullah tersebut harusnya dapat membangkitkan kewaspadaan kita untuk tidak terjerumus didalamnya. Berikut ini adalah uraian yang patut direnungkan agar kita tidak termasuk orang-orang yang disinggung dalam hadits Rasulullah tersebut.


Sepuluh indikasi sukses meraih keutamaan Ramadhan:

1. Memperbanyak ibadah di bulan Sya’ban

Ibadah sunnah di bulan Sya’ban berfungsi pemanasan bagi ruhani dan fisik untuk memasuki bulan Ramadhan. Berpuasa sunnah, memperba-nyak ibadah shalat, tilawatul Qur’an sebelum Ramadhan, akan menja-dikan suasana hati dan tubuh kondusif untuk pelaksanaan ibadah di bulan puasa.

Itulah hikmahnya kenapa Rasulullah saw. dalam hadits riwayat Aisyah, disebutkan paling banyak melakukan puasa di bulan Sya’ban.

2. Memenuhi target pembacaan Al-Qur’an

Orang yang berpuasa di bulan ini, sangat dianjurkan memiliki wirid al-Qur’an yang lebih baik dari bulan-bulan selainnya. Minimal harus dapat mengkhatamkan satu kali sepanjang bukan ini karena memang itulah target minimal pembacaan al-Qur’an yang diajarkan oleh Rasulullah saw.

3. Memelihara lidah


“Bila salah seorang dari kalian berpuasa maka hendaknya ia tidak berbicara buruk dan aib. Dan jangan berbicara yang tiada manfaatnya dan bila dimaki sese-orang maka berkatalah, “Aku berpuasa.” (HR. Bukhari)

4. Menjaga pandangan dari yang haram

Puasa yang tidak menambah pelakunya lebih memelihara mata dari yang haram, menjadikan puasa itu nyaris tak memiliki pengaruh apapun dalam perbaikan diri. Karenanya boleh jadi puasnya secara hukum sah, tapi substansi puasa itu tidak akan tercapai.

5. Menghidupkan malam dengan ibadah

Salah satu cirri khas bulan Ramadhan adalah Rasulullah menganjur-kan umatnya untuk menghidupkan malam dengan shalat dan do’a-do’a tertentu. Tanpa menghidupkan malam dengan ibadah tarawih, tentu seseorang akan kehilangan momentum berharga.

6. Tidak makan berlebihan di saat berbuka


Jika saat berbuka puasa menjadi saat melahap semua keinginan nafsunya yang tertahan sejak pagi hingga petang, menjadikan saat berbuka sebagai kesempatan “balas dendam” dari upaya menahan lapar dan haus selama siang hari, maka nilai pendidikan puasa akan hilang.

Puasa pada hakikatnya adalah pendidikan bagi jiwa untuk mengenda-likan diri dan menahan hawa nafsu. Hasil pendidikan itu akan tercermin dalam pribadi orang yang lebih bisa bersabar, menahan diri, tawakkal, pasrah, tidak emosional, tenang dalam menghadapi berbagai persoalan. Puasa menjadi kecil tak bernilai dan lemah unsur pendidi-kannya ketika upaya menahan dan mengendalikan nafsu itu hancur oleh pelampiasan nafsu yang dihempaskan saat berbuka

7. Mengoptimalkan infaq

Rasulullah saw, seperti digambarkan dalam hadits, menjadi sosok yang paling murah dan dermawan di bulan Ramadhan. Di bulan inilah, satu amal kebajikan bisa bernilai puluhan bahkan ratusan kali lipat diban-dingkan bulan-bulan lainnya. Momentum seperti ini sangat berharga dan tidak boleh disia-siakan.

8. Memperbanyak ibadah di 10 hari terakhir

Rasulullah dan para sahabat mengkhususkan 10 hari terakhir untuk berdiam di dalam masjid, meninggalkan semua kesibukan duniawi. Mereka memperbanyak ibadah, dzikir dan berupaya meraih keutamaan malam seribu bulan, sat diturunkannya al-Qur’an.

Pada detik-detik terakhir menjelang usainya Ramadhan, mereka mera-sakan kesedihan mendalam karena harus berpisah dengan bulan mulia itu. Sebagian mereka bahkan menangis karena akan berpisah dengan bulan mulia. Ada juga yang berguman jika mereka dapat merasakan Ramadhan sepanjang tahun.

9. Tidak bermaksiat lagi setelah Ramadhan


Jangan memandang Idul Fitri dan selanjutnya sebagai hari “merdeka” dari pejara untuk kembali melakukan berbagai penyimpangan. Orang yang berpuasa dengan baik tentu tidak akan menyikapi Ramadhan sebagai kerangkeng.

10. Memelihara kesinambungan ibadah setelah Ramadhan

Amal-amal ibadah satu bulan Ramadhan, adalah bekal pasokan agar ruhani dan keimanan seseorang meningkat untuk menghadapi sebelas bulan setelahnya. Namun, orang akan gagal meraih keutamaan Ramadhan, saat ia tidak berupaya menghidupkan dan melestarikan amal-amal ibadah yang pernah ia jalankan dalam satu bulan itu.


Maraji':
Tim Remaja Masjid Riyadhul Jannah SMP Negeri 5 Bandung - Tarbiyah 554

Sepucuk Surat untuk Ahli Kitab (Kaum Yahudi dan Nasrani)

Dalam nama Tuhan, siapapun nama-Nya, yang Mahakuasa dan Maha Pencipta alam semesta. Sebuah dedikasi bagi Sahabat Ahli Kitab (Ahli Kitab adalah sebuah panggilan hormat seorang muslim bagi umat Nasrani dan Yahudi). Artikel ini mungkin akan sulit diterima.

“Saya meminta Sahabat untuk menjaga pikiran terbuka Sahabat dan bersabarlah hingga akhir sebelum langsung ke kesimpulan apapun.” (Noreagaaa)

Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal shaleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS Al-Baqarah [2]: 62)

***

Untuk Ahli Kitab

Puji hamba bagi Tuhan sekalian alam, sebanyak jumlah makhluknya-makhluk-Nya di seluruh alam semesta.

Hai Ahli Kitab, bagimu Yehovah-mu, bagimu Allah Tuhan Bapa-mu, dan bagiku Allah subhanahu wa ta’ala-ku. Pernahkah kita setidaknya merenungkan bersama apa yang telah kita jalani dari setiap tapak kaki perjuangan masing-masing di antara kita untuk saling mengibarkan panji-panji dan bendera-bendera kebenaran?

Hai Ahli Kitab, uluran tanganku untuk kita bersama yang sekarang masih berseberangan jalan. Hai Ahli Kitab, mari bersama diskusikan keimanan yang masih menjadi perdebatan atas nama kebenaran dan mari bersatu atas nama Tuhan yang satu.

Hai Ahli Kitab, bukankah apa yang menjadi kebenaran (agama) bagi kita meskipun berbeda namun memilki akar yang sama? Abraham (Ibrahim as.), bapak para nabi dengan kedua putranya Isaac (Ishaq as.) dan Ishmael (Ismail as.) mengajarkan agama langit yang satu bagi kita yakni monotheisme (menyembah satu Tuhan, dalam Islam disebut Tauhid), sehingga para teladan kita Moses (Musa as.) bagi Yahudi, Yesus (Isa as.) bagi Nasrani, dan Muhammad saw. bagi kami (muslim) mengikuti apa yang telah diajarkan Abraham. Lalu apa yang membuat iman kita berbeda?


Ilustrasi Moses, Yesus, dan Muhammad saw., para nabi terbesar Abrahamisme (Yahudi, Nasrani, dan Islam).

Hai Ahli Kitab, mengapa kamu bantah-membantah tentang hal Ibrahim, padahal Taurat dan Injil tidak diturunkan melainkan sesudah Ibrahim. Apakah kamu tidak berpikir? (QS Ali Imran [3]: 65)

Hai Ahli Kitab, coba tebak apa yang Tuhan inginkan terhadap muslim mengenai Abraham dan monotheisme:

Katakanlah (hai orang-orang mukmin): "Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya". (QS Al-Baqarah [2]: 136)

Hai Ahli Kitab, kami (muslim) semua beriman pada ajaran Abraham, Ishmael, Isacc, Israel (Yakub as.), bahkan kepada Moses dan Yesus. Dan kami tidak membeda-bedakan tingkat keimanan di antara mereka. Sungguh suatu kehormatan bagi kalian bahwa setiap nabi yang kalian imani, juga kami imani. Bukankah begitu?

Hai Ahli Kitab, bukankah Yehovah, Allah, dan Allah swt. memiliki akar kata yang sama dari bahasa Ibrani maupun Arab yang berarti “Tuhan”? Bukankah kita menyembah Tuhan yang satu? Bukankah sembahan kita adalah suatu zat suci yang sama? Bukankah kita tidak menyembah Ra-Horakhty (berhala orang Mesir), Zeus (berhala orang Yunani), Jupiter (berhala orang Romawi), Thor (berhala orang Skandinavia), atau Vishnu (berhala orang India) yang membutuhkan bantuan ‘tuhan-tuhan kecil yang lain’ (politheisme), namun kita menyembah Tuhan yang Maha Esa dan Maha Perkasa serta Mahakuasa? Tuhan kita adalah sama. Yehovah, Allah, dan Allah swt. adalah zat yang sama meski hanya perbedaan lafal dan nama. Tuhan kita adalah satu. Yang berarti Yahudi, Nasrani, dan Islam adalah agama yang pada dasarnya sama. Lalu apa yang membuat iman kita berbeda?


Ilustrasi Ra-Haroakhty (berkepala burung) dan para dewa lain bangsa politheisme Mesir.


Ilustrasi Zeus (bersandang merah) dan para dewa lain bangsa politheisme Romawi. 


Ilustrasi Jupiter (di atas tahta) dan para dewa lain bangsa politheisme Yunani. 


Ilustrasi Thor (di depan barisan) dan para dewa lain bangsa politheisme Skandinavia. 


Ilustrasi Vishnu (sedang dalam posisi tidur) dan para dewa lain bangsa politheisme India. 

Hai Ahli kitab, bukankah kita tidak menyembah, mereka, para tuhan lemah yang perlu memiliki bala bantuan? Bukankah kita hanya menyembah pada satu zat Tuhan yang sama yang Maha Esa dan Mahakuasa?

Katakanlah: "Apakah kamu memperdebatkan dengan kami tentang Allah, padahal Dia adalah Tuhan kami dan Tuhan kamu; bagi kami amalan kami, bagi kamu amalan kamu dan hanya kepada-Nya kami mengikhlaskan hati, ataukah kamu (hai orang-orang Yahudi dan Nasrani) mengatakan bahwa Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakqub dan anak cucunya, adalah penganut agama Yahudi atau Nasrani? Katakanlah: "Apakah kamu yang lebih mengetahui ataukah Allah, dan siapakah yang lebih dzalim daripada orang yang menyembunyikan syahadah dari Allah yang ada padanya?" Dan Allah sekali-kali tiada lengah dari apa yang kamu kerjakan. (QS Al-Baqarah [2]: 139-140)

Hai Ahli Kitab, persamaan di antara kita layaknya kita usung untuk bersama-sama menyebarkan kebaikan, karena Tuhan manapun menghendaki kebaikan yang sama dan tiadaklah Tuhan menginginkan keburukan. Hai Ahli Kitab, marilah kita berhenti dengan saling maki dan caci, karena itu bukanlah kebaikan yang Tuhan inginkan. Hai Ahli Kitab, terlebih ternyata kita memiliki latar belakang yang sama dan hampir dari setiap ajaran kita tiada beda, maka apalah yang menjadi jurang di antara kita? Tuhan yang satu dan sama, ajaran yang –hampir– sama, tidakkah menjadi pemersatu kita bersama?

Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah). (QS Ali Imran [3]: 64)

***

Untuk kaum Nasrani

Hai kaum Nasrani, iman kita (Nasrani dan Islam) setidaknya hanya berbeda sedikit saja. Tuhan kita sama, bahkan Yesus putra Maria (Maryam) yang kalian puji sangatlah kami cintai sebagai seorang nabi. Injil, kitab yang kalian imani juga kami percayai. Iman kalian akan kedatangan Yesus untuk kedua kalinya pada saat hari kiamat sebagai juru selamat (messiah) juga dibenarkan oleh kami.

Kata Yesus kepadanya, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui aku". (Yohanes [14]: 6)

Hai kaum Nasrani, Yesus bagi kami (muslim) bagaikan seorang kekasih. Kebaikannya, ketulusannya, kesabaranya, sangat menginspirasi dan harus kami jadikan teladan. Allah bahkan berfirman:

Itulah Isa putra Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar ... (QS Maryam [19]: 34)

Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israel) dengan Isa putra Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa. (QS Al-Maa’idah [5]: 46)

Hai kaum Nasrani, tidak ada perbantahan atas kami kepada kalian akan kebaikan Yesus, begitu pun ibunya Maria juga kitab yang beliau bawa (Injil). Bahkan Al-Qur’an, kitab suci kami yang kami imani sebagai firman Tuhan yang terakhir mencantumkan nama ibunda Yesus sebagai nama surah (bagian dari Al-Qur’an, layaknya pasal pada Al-Kitab), yakni sebagai surah ke-19. Jika kita cermati bersama, begitu terhormatnya Maria di mata kami. Bahkan dalam Al-Qur’an tidak ada surah yang bernama ‘Aminah’ yang notabene nama ibunda nabi terbesar kami, Muhammad saw.

Hai kaum Nasrani, kami menghormati Yesus sebagai ulul ‘azmi (nabi terbesar yang paling sabar di antara para nabi Allah). Hai kaum Nasrani, kami mengimani Yesus sebagai messiah (al-masih) yang kelak akan bangkit kembali di akhir zaman untuk menyelamatkan manusia. Bukankah tidak ada keraguan atas penghormatan kami atas Yesus?

Hai kaum Nasrani, kami juga menghormati Roh Kudus (Ruhul Qudus) sebagai sesosok penghulu malaikat (archangel), kepala para malaikat, dengan nama Gabriel (Jibril as.). Dan kami juga membenarkan Yesus yang kedatangannya dan setiap derap langkah kebaikannya diiringi oleh Roh Kudus.

Apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu (Yesus) ke dalam seluruh kebenaran, ... (Yohanes [16]: 13)

... Dan Kami berikan kepada Isa putera Maryam beberapa mukjizat serta Kami perkuat dia dengan Ruhul Qudus. ... (QS Al-Baqarah [2]: 253)

Hai kaum Nasrani, tahukah kalian bahwa ternyata Gabriel, sebagai Roh Kudus yang sama, juga membimbing nabi kami, Muhammad saw. Dan melalui dia, Al-Qur’an pun Allah turunkan untuk Muhammad saw. dan umatnya (Islam).

Katakanlah: "Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al Qur'an itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)". (QS An-Nahl [16]: 102)

Hai kaum Nasrani, tercatat dalam sejarah bahwa nabi kami, Muhammad saw., adalah seorang yang –awalnya– buta huruf, dan pada saat Al-Qur’an diturunkan Allah melalui Roh Kudus, Roh Kudus pulalah yang mengajarkan Muhammad saw. untuk membaca. Seperti yang kalian imani tentang Yesus, Roh Kudus juga merupakan guru dan pembimbing bagi seorang Muhammad saw.

Hai kaum Nasrani, Raja Negus (Najasyi), pemimpin Abyssinia (Habasyah, sekarang Ethiopia) di tahun 500-an M yang notabene –awalnya– seorang Nasrani berkata, “Wahai para pemimpin agama dan pendeta, selisih antara yang mereka (Islam) katakan dengan yang kita (Nasrani) katakan tidak lebih dan tidak seberat ranting yang kecil ini”, beliau sambil memegang sebuah ranting pohon yang kecil.

***

Untuk kaum Yahudi

Hai kaum Yahudi, Saudara lama kami (muslim). Puji mari kita limpahkan kepada Abraham, bapak para nabi, yang telah menurunkan suku Yahuda melalui anaknya, Isacc, yang kelak akan menjadi suku bangsa dan fondasi agama kalian, yang juga telah menurunkan suku Arab melalui anaknya, Ishmael, yang kelak akan menjadi fondasi agama kami.

Hai kaum Yahudi, sungguh perbedaan antara kalian dan kami itu tidaklah ada. Kita menyembah pada satu Tuhan, meyakini Abraham, Isacc, juga para nabi kalian yang telah Tuhan turunkan kepada kalian, hingga Moses, sebagai berkah dunia dan panutan seluruh manusia. Maka apakah itu semua merupakan perbedaan?

Hai kaum Yahudi, sungguh kami sangat bangga akan perjuangan kalian membela ketuhanan Yehovah (Allah) yang satu, ketika kalian diuji oleh-Nya untuk dijajah oleh banyak bangsa penyembah berhala, penyembah setan. Kami bangga atas keteguhan kalian ketika diusir ke Babilonia, lalu Mesir, hingga kalian dijadikan bangsa budak selama ratusan tahun lamanya, demi menyelamatkan iman Tuhan.

Hai kaum Yahudi, sungguh kami bangga dengan kecintaan Tuhan akan kalian hingga memilih kalian sebagai umatnya yang memiliki banyak kelebihan

Hai Bani Israel, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Ku-anugerahkan kepadamu dan Aku telah melebihkan kamu atas segala umat. (QS Al-Baqarah [2]: 122)

Hai kaum Yahudi, Taurat, kitab kalian yang begitu suci begitu kami imani sebagai kitab dari Tuhan dan merupakan kebenaran.

Dan Kami berikan kepada Musa kitab (Taurat) dan Kami jadikan kitab Taurat itu petunjuk bagi Bani Israel (dengan firman): "Janganlah kamu mengambil penolong selain Aku, (QS Al-Israa' [17]: 2)

Hai kaum Yahudi, perintah Tuhan, keteladanan Moses, dan segala kecerdasan kalian serta kesabaran kalian saat penjajahan berbagai bangsa kami ‘aamiin’-kan. Segala persamaan tanpa perbedaan serta rasa bangga kami atas kalian sebagai Saudara, tidak perlulah dipertanyakan. Maka apakah yang membuat kita saling berkutat dengan kebencian terhadap kaum kita masing-masing?

***

Untuk kaum Yahudi

Hai kaum Yahudi, Saudara lama kami, rasa sayang kami atas kalian semakin sangat menggebu ketika kami menyayangkan kalian karena pada ribuan tahun yang lalu di Babilonia sebagian dari kalian mempelajari ilmu ghaib tanpa seizin Tuhan. Agama kalian terpecah hingga lahirlah ajaran baru yang menyembah Iblis dari segolongan kalian karena sihir-sihir yang dipelajari oleh sebagian dari kalian itu mengharuskan mereka untuk menyembah Iblis, yakni kaum Kabbalah.

Hai kaum Yahudi, apakah kalian bertanya-tanya mengapa kami (muslim) mengetahui permasalahan kalian dan sejarah musuh kalian, yakni Kabbalis? Sesungguhnya kami telah diberitahukan oleh kitab Tuhan terakhir, yakni Al-Qur’an:

Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorang pun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan istrinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudarat dengan sihirnya kepada seorang pun kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudarat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barang siapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui. (QS Al-Baqaraah [2]: 102)

Hai kaum Yahudi, umat kalian mulai saat itu terbelah menjadi dua, yakni sebagai penyembah Yehovah (Allah), Tuhan alam semesta, dan penyembah Iblis, karena Iblis memberikan banyak kesenangan dengan keduniawiannya dan sihirnya, meski kenikmatan itu hanya sesaat.

Hai kaum Yahudi, bukankah kalian juga tidak setuju dengan kaum Kabbalah? Begitupun kami. Kami mendukung kalian untuk tidak beriman kepada para Kabbalis. Tetaplah beribadah kepada Tuhanmu, Tuhan kita yang satu.

Hai kaum Yahudi, belum lagi Iblis memecah belah agama kalian, ternyata rezim pemerintahan Mesir saat kalian dijajah dahulu pun berkerjasama dengan kaum pengkhianat Kabbalis, dengan Pharaoh (Fir’aun), sang pemimpin rezim. Kami turut bersedih ketika kalian tertindas dan dikhianati oleh kaum sendiri. Namun ....

Hai kaum Yahudi, ingatlah ketika kalian dibebaskan Tuhan dari perbudakan Pharaoh, yang mengaku dirinya Tuhan dan menentang Yehovah. Saudaramu, nabimu, juga nabi kita bersama, Moses, telah diberikan mukjizat oleh-Nya untuk membelah laut Merah dan menenggelamkan Pharaoh beserta kekafirannya, hingga menghantarkan kalian untuk tinggal di Baitul Maqdis (Palestina). Kami bersyukur ternyata Yehovah (Allah), menyelamatkan agama-Nya untuk tetap berada di muka bumi melalui tangan-tangan kalian.

Hai kaum Yahudi, sangat kami sayangkan kembali ternyata Iblis begitu inginnya menghancurkan agama kalian. Ingatlah ketika kalian telah sampai dan menetap di Palestina dan pada saat yang sama Moses diperintah Tuhan untuk menerima kitab-Nya (Taurat) dan pergi ke gunung Sinai. Saat itu kalian kembali disesatkan oleh Iblis melalui salah satu dari kalian, yakni Samiri, untuk menyembah sebuah berhala sapi.

Hai kaum Yahudi, begitu tersayat hati kami ketika Aaron (Harun as.), nabi kalian selain Moses, memerintah kalian untuk kembali kepada Yehovah ketika kalian tersesat namun kalian tidak mau. Hingga Moses pun datang kembali menghampiri kalian dengan wahyu-Nya.

Kemudian Musa kembali kepada kaumnya dengan marah dan bersedih hati. Berkata Musa: "Hai kaumku, bukankah Tuhanmu telah menjanjikan kepadamu suatu janji yang baik? Maka apakah terasa lama masa yang berlalu itu bagimu atau kamu menghendaki agar kemurkaan dari Tuhanmu menimpamu, lalu kamu melanggar perjanjianmu dengan aku?" Mereka berkata: "Kami sekali-kali tidak melanggar perjanjianmu dengan kemauan kami sendiri, tetapi kami disuruh membawa beban-beban dari perhiasan kaum itu, maka kami telah melemparkannya, dan demikian pula Samiri melemparkannya", kemudian Samiri mengeluarkan untuk mereka (dari lobang itu) anak lembu yang bertubuh dan bersuara, maka mereka berkata: "Inilah Tuhanmu dan Tuhan Musa, tetapi Musa telah lupa". Maka apakah mereka tidak memperhatikan bahwa patung anak lembu itu tidak dapat memberi jawaban kepada mereka, dan tidak dapat memberi kemudaratan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan? Dan sesungguhnya Harun telah berkata kepada mereka sebelumnya: "Hai kaumku, sesungguhnya kamu hanya diberi cobaan dengan anak lembu itu dan sesungguhnya Tuhanmu ialah (Tuhan) Yang Maha Pemurah, maka ikutilah aku dan taatilah perintahku". Mereka menjawab: "Kami akan tetap menyembah patung anak lembu ini, hingga Musa kembali kepada kami. (QS Thaahaa [20]:  86-91)

Hai kaum Yahudi, kami bahagia ketika kalian kembali diluruskan Tuhan saat Moses benar-benar menghukum Samiri atas kekafirannya dan kembali memberikan jalan kebenaran melalui kitab-Nya, Taurat, kepada kalian.

Hai kaum Yahudi. Namun sepeninggal Moses dari hadapan kalian, sebagian dari kalian (Yahudi korup) kembali berulah dengan mengotak-atik isi Taurat karena merasa keberatan atas kewajiban. Kami sedih, karena semenjak itu kalian kehilangan petunjuk dan Taurat yang otentik. Terlebih lagi para Yahudi korup tersebut membuat sebuah kitab tandingan Taurat yang baru, yakni Talmud, untuk menyesatkan kalian.

Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barang siapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir. (QS Al-Maa'idah [5]: 44)

Hai kaum Yahudi, kalian pun ditipu oleh para Yahudi korup pada ribuan tahun setelah kepergian Moses ketika Tuhan ingin memberikan kalian seorang nabi dan messiah baru, yakni Yesus, yang membawa kitab Tuhan yang baru setelah Taurat, yakni Injil. Kalian memaki Yesus dan mencoba melakukan pembunuhan atas ajarannya karena telah ditipu oleh para koruptor agama, padahal Yesus telah rela meluruskan kalian ke jalan yang benar. Mengapa kalian menolak sang messiah?

Janganlah kamu (Yahudi) menyangka, bahwa Aku (Yesus) datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakan, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu, ‘Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. Karena itu siapa meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam kerajaan Surga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga’. (Matius [5]: 17-19)

Hai kaum Yahudi. Nyatalah janji Tuhan untuk meluruskan kembali kalian ke jalan yang lurus melalui Yesus, namun kalian telah diperdaya.

Hai Ahli Kitab, janganlah kalian bermusuhan atas semua ini. Kami yakin Yesus akan sedih melihat kalian bermusuhan. Hai kaum Yahudi, terimalah Yesus sebagai messiah kalian, karena Yesus pun telah bersabda bahwa dia tidaklah menghapuskan hukum-hukum Moses. Lalu mengapa kalian menolak?

Dan orang-orang Yahudi berkata: "Orang-orang Nasrani itu tidak mempunyai suatu pegangan", dan orang-orang Nasrani berkata: "Orang-orang Yahudi tidak mempunyai sesuatu pegangan," padahal mereka (sama-sama) membaca Al Kitab. Demikian pula orang-orang yang tidak mengetahui, mengatakan seperti ucapan mereka itu. Maka Allah akan mengadili di antara mereka pada hari kiamat, tentang apa-apa yang mereka berselisih padanya. (QS Al-Baqarah [2]: 113)

Hai kaum Yahudi, begitupun kepada Muhammad, nabi baru Tuhan yang diutus-Nya untuk melakukan hal yang sama seperti yang Yesus lakukan kepada kalian melalui kitab-Nya yang lebih baru, yakni Al-Qur’an. Kalian maki Muhammad bahkan kalian perangi. Mengapa kalian masih terperdaya?

Tidaklah mungkin Al Qur'an ini dibuat oleh selain Allah; akan tetapi (Al Qur'an itu) membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan semesta alam. (QS Yunus [10]: 37)




Ilustrasi Taurat, Injil, dan Al-Qur'an, manuskrip/kitab yang berisikan iman ketuhanan 'Tuhan yang Maha Esa'.

Hai kaum Yahudi, Yesus dan Muhammad memiliki tujuan mulia yang sama untuk kalian, mengembalikan hukum Taurat tanpa menghilangkan ‘satu iota’-pun darinya, meski harus melewati kitab Tuhan yang lain yakni Injil dan Al-Qur’an. Mengapa kalian masih terperdaya?

Hai kaum Yahudi, Saudara lama kami. Hingga dunia pun berubah setelah kerajaan Islam runtuh di tahun 1800-an, kalian masih terperdaya oleh para Yahudi korup. Bahkan para Yahudi korup tersebut kini telah mendirikan sebuah organisasi yang lebih teratur, yakni Zionis yang di prakarsai oleh Theodore Herzl, yang merupakan seorang atheis. Apakah kalian masih akan terperdaya?

Hai kaum Yahudi, Saudara lama kami. Bangkitlah sekarang dari keterpurukan setelah wafatnya Musa ribuan tahun yang lalu. Bukalah mata, hati, dan telinga. Awal dari ketiadaan perbedaan antara kami (muslim) dan kalian apakah harus dipisahkan ketika para Zionis menjerumuskan kalian? Belum lagi Zionis pun tengah dalam proyek kerjasama dengan pada Kabbalis, musuh lama kalian dahulu, untuk menjerumuskan seluruh dunia dengan mendirikan negara adidaya, Israel. Hai kaum Yahudi, Saudara lama kami, jangan sampai Yehovah (Allah) merasa kecewa terhadap kita yang saling memusuhi padahal kita adalah kaum-Nya.

Hai kaum Yahudi, Saudara lama kami. Para rabi (ustadz) kalian kini sedikit demi sedikit mulai membuka diri dari genggaman Zionis. Rabi Yishroel Dovid Weiss, Rabi Cohen, dan Rabi Rosenberg juga para rabi Yahudi lain pada tahun 2008, telah sadar bahwa Yahudi bukanlah Zionis. Mereka mengadakan unjuk rasa dalam pembubaran Negara Israel dan pembubaran organizazi Zionis. Mereka tahu sejak awal bahwa Zionis bukanlah Yahudi. Zionis adalah bid'ah dalam agama Yahudi. Maka Saudara kami, ikutilah mereka, ikutilah para pemimpin agama kalian, dan bersatulah dengan mereka. Sesungguhnya Nasrani dan Islam pun membenci Zionis karena telah menindas kami, layakanya mereka menjerumuskan kalian. Bangkitlah dengan permohonan dari dalam hati kami, karena kalian (Yahudi) bukanlah Kabbalah, Zionis, ataupun Israel.







Gambar suasana unjuk rasa.



Dari kiri ke kanan: Rabi Weiss, Rabi Cohen dan Rabi Rosenberg.

Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah). (QS Ali Imran [3]: 64)

***

Untuk kaum Nasrani

Hai kaum Nasrani, Saudara kami. Dari urian sebelumnya di atas, maka apakah yang membedakan antara kamu dan kami sehingga kita bagaikan dua blok besar dunia yang saling bermusuhan? Apakah karena perbedaan kepercayaan saja? Apakah karena kami tidak memercayai Yesus dari Nazareth sebagai anak tuhan dan tuhan. Atau apakah karena kami tidak mempercayai konsepsi ajaran trinitas? Biar kami jelaskan perbedaan ini untuk satu kesamaan.

Inilah Anak-Ku yang Ku kasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan. (Matius [3]: 17)

Hai kaum Nasrani, memang seakan Allah mengakui bahwa Yesus adalah anak-Nya. Namun sebenarnya ada berapa anak Allah sehingga Allah berfiman seperti ini?:

Israel ialah anak-Ku, anak-Ku, yang sulung. (Keluaran [4]: 22)

Hai kaum Nasrani, sepertinya ada konsep bahwa Allah memiliki banyak anak dan bukan Yesus saja, bukan? Namun sadar kah bahwa konsep anak tuhan ini begitu samar. Ketika kalian mengimani Yesus sebagai anak tuhan yang mulia, maka bagaimana dengan Israel (Yakub as.)?

Hai kaum Nasrani, biarkanlah Allah sendiri yang ‘menjelaskan ulang’ kesalahpahamanan ini. Allah berfirman:

Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia".  (QS Al-Ikhlas [11]: 1-4)

Hai kaum Nasrani, kata ‘anak’ pada Injil bukanlah arti harfiah yang sesungguhnya. Itu merupakan kehormatan bagi setiap nabi yang Allah cintai. Atau mungkin ada yang sengaja mengubah sebagian Injil dan menyisipkan kata-kata ‘anak’ padanya. Tidaklah hanya Allah, Tuhan Bapa dan yang Maha Suci sajalah yang menjadi saksi atas ini. Kesalahpahaman ini tidaklah Allah sukai, maka tinggalkanlah wahai Saudara kami. Allah berfirman:

Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. (QS Al-Maa'idah [5]: 73)

Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putra Allah" dan orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putra Allah". Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling? (QS At-Taubah [9]: 30)

Mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata: "Allah mempunyai anak". Maha Suci Allah; Dia-lah Yang Maha Kaya; kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Kamu tidak mempunyai hujjah (alasan) tentang ini. Pantaskah kamu mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui? (QS Yunus [10]: 68)

Hai kaum Nasrani, percayalah bahwa tidak ada satu kata pun perintah untuk menyembah Yesus begitupun Roh Kudus di dalam Injil. Bahkan Injil sendiri memaparkan bahwa Yesus adalah seorang nabi, bukan Tuhan:

Sebab Aku (Yesus) berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku. Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan. ... jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku. (Yohanes [12]: 49-50)

Hai kaum Nasrani, bukankah ayat tadi benar-benar ada di dalam Injil? Dan tahukah wahai Saudara kami, bahwa ayat tadi sangat korelatif dengan ayat ini:

Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi. (QS Maryam [19]: 30)

Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani Israel. (QS Az-Zukhruf [43]: 59)

Hai kaum Nasrani, Saudara kami, bahwa ayat Injil yang tadi disabdakan Yesus juga seperti yang Al-Qur’an ceritakan untuk Muhammad saw.:

Demi bintang ketika terbenam, kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru, dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur'an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya), yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat, Yang mempunyai akal yang cerdas; dan (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli. (QS An-Najm [53]: 1-6)

Hai kaum Nasrani, maka apakah yang membedakan antara kamu dan kami sehingga kita bagaikan dua blok besar dunia yang saling bermusuhan? Apakah karena perbedaan kepercayaan saja? Apakah karena kami tidak memercayai Paulus dari Tarsus sebagai nabi kami dan Vatikan sebagai tempat pemimpin kami? Biar kami jelaskan perbedaan ini untuk satu kesamaan.

Hai kaum Nasrani, ketahuilah bahwa Paulus, seorang Yahudi dari Tarsus, di dalam banyak ayat Injil digambarkan sebagai seorang murid yang banyak tidak patuh pada Yesus, bahkan Yesus dalam banyak ayat memarahi dia hingga menendangnya. Paulus, seorang Yahudi dari Tarsus mengaku-aku sebagai murid Yesus padahal dalam sejarah –apapun dan dimanapun– tertulis bahwa ia adalah seorang anti-Yesus. Paulus inilah yang mengotak-atik Injil yang sebelumnya difirmankan Allah untuk Yesus, dia menambah dan mengurangkan ayat-ayat Injil sesukanya pada tahun 49 M di Galatia, yang mempengaruhi Injil-Injil yang ditulis sesudahnya yakni Injil Markus (55 M), Injil Matius (60-an M), Injil Yohanes (80 M), dan Injil Lukas (60 M). Paulus inilah yang mengubah monotheisme Nasrani menjadi trinitas (politheisme) yang mengaku banyak tuhan, seperti agama-agama paganisme (penyembah berhala).

Hai kaum Nasrani, ingatkah Saudara lama kita, bangsa Yahudi, merupakan bangsa yang acapkali dijajah oleh banyak bangsa seperti Babilonia, Mesir, hingga Romawi? Tahukah bahwa karena penjajahan itulah yang membuat Yahudi terkontaminasi ajarannya dengan paganisme. Begitupun Paulus yang notabene –awalnya– merupakan seorang Yahudi.

Hai kaum Nasrani, Saudara kami, apakah kalian pernah mendengar cerita mitologi paganisme Mesir? Apakah kalian pernah mendengar cerita Horus, sang Ra-Horakhty, ‘Tuhan Matahari’ bangsa Mesir pada tahun 3000 SM? Horus dilahirkan pada 25 Desember dari seorang perawan bernama Isis-Meri. Kelahirannya ditandai oleh munculnya bintang di sebelah timur yang kemudian digunakan oleh 3 raja untuk menemukan lokasi juru penyelamat yang baru lahir. Pada usia 12 tahun dia adalah seorang guru yang hebat. Pada usia 30 dia dibaptis oleh seorang tokoh yang dikenal sebagai Anup. Horus mempunyai 12 murid. Ia melakukan banyak mukjizat. Horus dikenal oleh banyak julukan nama seperti ‘anak Tuhan yang diberkati’ dsb. Apakah kalian, wahai Saudara kami, mengenal cerita ini?


Ilustrasi Horus, manusia berkepala burung, sang dewa matahari Mesir. Hal yang perlu diketahui adalah, Horus yang disamakan sejarahnya oleh Paulus sebagai Yesus, memiliki kemiripan dengan Anti-Kristus, sang Iblis di akhir zaman. Temukan kisahnya dengan mengikuti artikel ini hingga selesai.

Hai kaum Nasrani, Saudara kami, bukankah cerita di atas seperti apa yang dikisahkan Paulus tentang Yesus? Yesus Kristus dilahirkan oleh perawan bernama Maria pada 25 Desember di Betlehem, Palestina. Kelahirannya ditandai oleh munculnya sebuah bintang di sebelah timur yang kemudian diikuti oleh 3 raja (Majusi) untuk menemukan dan memberkati juru selamat yang baru lahir. Dia adalah seorang guru di umur 12 tahun dan pada usia 30 dibaptis oleh John pembaptis. Yesus mempunyai 12 murid. Ia melakukan banyak mukjizat. Yesus dikenal oleh banyak julukan nama seperti anak Tuhan, alfa, omega, domba Tuhan, dsb. Setelah dikhianati oleh muridnya, Yudas, ia disalibkan, dikubur, dan setelah 3 hari dibangkitkan untuk naik ke langit.

Hai kaum Nasrani, Saudara kami. Tidakkah Paulus dusta atas semua ini? Kemiripan Yesus dari segi pengalaman, pembaptisan dan jumlah murid yang sama dengan Horus membuat tangan Paulus gatal untuk mempersonifikasikan Yesus dengan Horus. Karena Paulus telah terkontaminasi ajaran Yahudi yang pro-paganisme. Mungkin ini sulit diterima dan mungkin memang cerita tadi mirip dan sebagian besar benar, namun percayalah bahwa tidaklah ada ayat Injil yang menerangkan bahwa Yesus dilahirkan pada 25 Desember kecuali itu cerita mitologi dari Paulus belaka.

Hai kaum Nasrani, ingatkah kalian wahai Saudara kami, di dalam ‘Injil modern’, siapakah yang membunuh Yesus? Apakah jawabannya orang Yahudi dan Romawi yang korup? Lalu siapakah yang menyebarluaskan agama ‘Kristen’ –bukan Nasrani– ke seluruh penjuru dunia? Apakah jawabannya orang Yahudi dan Romawi yang korup pula? Harap renungkan, wahai Saudara kami.

Hai kaum Nasrani, Saudara kami. Yesus tidak pernah dipanggil Tuhan semenjak adanya muktamar di Nicea pada tahun 325 M atas usul Konstantin. Dihadiri sekitar 2048 orang, muktamar tersebut begitu alot untuk mendiskusikan ajaran Nasrani yang sesungguhnya, karena saat itu banyak pemeluk Nasrani dalam beragam corak pemahaman saling berbeda-beda. Ada yang pro-monotheisme (tauhid), ada pula yang pro-paganisme (Paulus). Perdebatan alot itu tidak memiliki titik temu hingga akhirnya Konstantin yang cenderung pada paganis memanggil 318 orang yang berfaham Paulus dan menyatakan dukungannya sementara peserta muktamar lainnya melakukan walk out. Di saat itulah lahir agama baru yang diajarkan oleh Paulus dari Tarsus dan bukan oleh Yesus dari Nazareth, yakni Kristen.

Hai kaum Nasrani, Saudara kami. Pada muktamar itu pulalah banyak dipilih doktrin-doktrin dan syiar–syiar ibadah secara voting (tanggal paskah, peranan uskup, dan tentu saja tentang ketuhanan Yesus). Setelah itu diadakanlah revisi terhadap Injil. Sementara injil-injil lain yang bertentangan dimusnahkan. Dan orang yang berani membaca injil terlarang itu akan dicap sebagai heretis (berlaku bid’ah). Padahal kegiatan paskah dan jenis-jenis ibadah umat Kristen tidaklah sama dengan apa yang Injil beritakan dan tidaklah sama dengan apa yang Yesus ajarkan. Karena Kristen bukanlah Nasrani. Kristen adalah ajaran Paulus, dan Nasrani adalah ajaran Yesus Kristus.

Hai kaum Nasrani, Saudara kami. Kelanjutan dari muktamar itu adalah pendirian negara pusat Kristen di Romawi, yang kini kita kenal dengan Vatikan. Dari sana disebarluaskanlah konsepsi ajaran Nasrani yang telah terinfiltrasi (baca: Kristen). Dan tahukah Sahabat, dari perintah Vatikan-lah, kita, agama monotheisme dipecah belah. Kehidupan yang sebelumnya damai antara Nasrani juga Islam dihancurkan dengan propaganda ‘Perang Salib’, hingga sampai saat ini, kita (Nasrani dan Islam) layaknya dua blok besar dunia yang saling bermusuhan.

Hai kaum Nasrani, Saudara kami. Sadarkah akan pengkhianatan Vatikan atas kalian? Vatikan yang mengutus tentara salib melakukan banyak konspirasi. Selain mengutus tentara salib, mereka pun mengutus ksatria templar yang bertugas untuk membantu perang. Namun konspirasi buruk ini menjadikan para ksatria templar untuk menjadi pencari harta Raja Solomon (Sulaiman as.) dibawah Masjid Aqsa, di Palestina, tempat suci umat Islam. Dan tahukah Sahabat? Semenjak ksatria templar menemukan harta juga manuskrip sihir Raja Solomon, mereka mulai mendirikan sekte baru yakni Freemasonry, sebuah organisasi rahasia internasional, yang kelak akan menjadi pengikut Illuminati yang diprakarsai, Adam Weishaupt. Organisasi-organisasi para penyembah Iblis (atau Lucifer atau Azazil) itu ada atas kehendak Vatikan. Mereka menjadi penyembah Iblis dan tidak mengikuti Yesus sama sekali untuk menyembah Allah.

Hai kaum Nasrani, Saudara kami. Kita memiliki iman yang sama bahwa kelak di akhir zaman, dunia akan menjadi kacau balau karena mayoritas populasi manusia adalah penyembah Lucifer (Iblis atau Azazil), mereka tidak mengindahkan kitab Allah (Taurat, Injil, atau pun Al-Qur’an), dan merusak segala tatanan dunia dengan sifat amoral. Dan kita juga memiliki iman yang sama bahwa kelak di akhir zaman, Yesus Kristus akan turun kembali ke bumi untuk menyelamatkan ‘domba-domba’ Allah yang sedang terdzalimi. Kita memiliki iman yang sama, karena kita sama.

Hai kaum Nasrani, Saudara kami. Jelmaan Lucifer yang nanti akan mebawa kekacawan di bumi yang kalian kenal dengan nama Anti-Crist (Anti-Kristus) kami kenal dengan nama Dajjal sang al-masih palsu. Anti-Kristus dengan lambang salib terbalik akan mengaku dirinya adalah seorang Yesus Kristus (Jesus Crist atau Isa Al-Masih) dan akan membawa kebaikan pada anak-anak Adam, namun nyatanya tidak. Anti-Kristus pun akan mengaku dirinya adalah Allah sedang dia memiliki mata yang cacat, yakni hanya memiliki satu mata! Padahal Allah kita tidaklah cacat! Dan tahukah kalian bahwa Anti-Kristus yang memiliki satu mata, sama dengan sejarah Mesir kuno tentang ‘tuhannya’, Horus-Ra-Horakhty, yang juga memiliki mata yang cacat, yakni hanya satu. Dan itu lah yang menjadi alasan mengapa para penyembah Lucifer seperti Paganisme, Vatikan, Freemasonry, dan Illuminati mengubah citra Yesus sama seperti Horus dengan segala propaganda.

Hai kaum Nasrani, ketahuilah sejarah Mesir kuno dahulu. Dahulu terjadi kudeta yang dilakukan oleh Seth kepada Osiris (ayah Horus). Setelah ayah Horus, Osiris, dibunuh atas jebakan saudaranya, Horus mengatur pelawanan demi tahta Mesir. Peperangan mengakibatkan salah satu mata Horus menjadi terluka. Dengan demikian, Horus memenangkan peperangan dan menjadi “tuhan bermata satu”. Ia akhirnya bergabung dengan Ra dan menjadi Ra-Horakhty, penguasa seluruh Mesir. Sejak saat itu, Ra-Horakhry diinterpretasikan sebagai satu-satunya tuhan bagi orang Mesir yang paganis alias penyembah berhala/setan.

Aku akan memperingatkan kalian untuk melawan dia (Dajjal Al-Masih Anti-Kristus) dan sebelum ini tidak pernah ada nabi yang tidak memperingatkan kaumnya untuk melawan dia. Tapi aku akan mengatakan sesuatu yang belum pernah nabi manapun katakan untuk kaumnya sebelum aku. Kalian harus tahu bahwa dia bermata satu dan Allah tidak bermata satu. (Muhammad saw. – HR Bukhari)

Hai kaum Nasrani, Horus sangatlah korelatif dengan Dajjal, si nabi palsu bermata satu. Maka apakah sebuah kebetulan bahwa apa yang diajarkan Paulus tentang kalian bahwa Yesus ternyata mirip dengan Horus? Ketahuilah kelak Dajjal Anti-Kristus akan mengaku seorang Yesus Kristus padahal Yesus tidaklah seperti dia. Dan ketahuilah kelak Dajjal Anti-Kristus akan mengaku Tuhan padahal Tuhan kita tidaklah bermata satu! Apakah secara kebetulan gereja Vatikan menyuruh umatnya untuk menyembah Yesus yang disamakan dengan Ra-Horakhty, alias Horus, alias Dajjal, alias Anti-Kristus, alias Iblis, alias Lucifer? Harap renungkan, wahai Saudara kami.



Ilustrasi di kiri adalah Yesus, ilustrasi di kanan adalah Horus-Ra-Horakhty, sedang ilustrasi di tengah bukanlah Yesus meski mirip. Lihatlah bagaimana secara disengaja di belakang gambar 'Yesus' (ilustrasi tengah) terdapat matahari, seperti pada Horus. Hal ini mengartikan kesengajaan untuk menyamakan Horus sang dewa matahari Mesir dan Yesus Kristus.

Hai kaum Nasrani, semoga dengan adanya penjelasaan atas perbedaan ini, kita menemukan satu kesamaan, satu tujuan, dan satu Tuhan. Kembalilah pada Tuhan yang satu juga Tuhan yang sama, Tuhan pencipta alam semesta, wahai Saudara kami.

Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara. (QS An-Nisaa [4]: 171)

Wahai Saudara Nasrani kami, kami berharap bagi kalian yang tidak terpengaruh ajaran Paganisme, gereja Vatikan, Freemasonry, dan Illuminati, untuk dapat kembali bersatu dengan kami (muslim), menunggu Yesus sebagai messiah kita bersama untuk mengancurkan tirani Iblis dan Anti-Kristus di muka bumi dan melangkah bersama kedalam Taman Firdaus (Riyadhul Jannah) nanti.

Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah). (QS Ali Imran [3]: 64)

***

Untuk Ahli Kitab

Hai Ahli Kitab! Sadarlah bahwa kita, Yahudi, Nasrani, dan Islam, sedang dipecah belah oleh berbagai macam ajaran dan propaganda Iblis. Yehova, Allah, atau Allah swt. sedang diinjak nama-Nya oleh ‘dia yang terlaknat’, Iblis, Lucifer, atau Azazil! Janganlah terperdaya oleh ‘dia yang terlaknat’! Janganlah Yahudi terpecah mengikuti langkah Kabbalah, Zionis, dan Israel! Janganlah Nasrani terpecah mengikuti langkah Vatikan, Freemasonry, dan Illuminati! Janganlah Islam terpecah menjadi Sunni dan Syi’ah! ‘Dia yang terlaknat’ sedang mencaci Tuhan kita dengan memecah belah kita, menyamarkan ajaran Tuhan yang sesungguhnya, dan yang lebih parah, ‘dia yang terlaknat’ akan mengutus utusannya, seorang nabi palsu, yakni Dajjal Anti-Kristus, sang messiah palsu, untuk menyatukan segala kekuatan jahat dan akan memperdaya kita semua hingga kita kafir dan di akhirat kelak mendapatkan siksa Tuhan di Neraka karena kita terjerumus!

Hai Ahli Kitab! Kabbalah, Zionis, Israel, Vatikan, Freemasonry, dan Illuminati sedang menunggu pemimpin mereka, Dajjal Anti-Kristus, untuk memimpin mereka mengkafirkan kita dan membuat kita untuk terseret menemani mereka di Neraka! Maka apakah kita, Yahudi, Nasrani, dan Islam tidak berbuat apa-apa?! Mari bersatu dengan satu kalimat bahwa Yahudi, Nasrani, dan Islam sedang menunggu kedatangan seorang pemimpin, yakni Yesus Kristus, untuk memimpin kita ke jalan Surga dan menjadi tentara Tuhan untuk melawan segala keburukan!

Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah). (QS Ali Imran [3]: 64)

Hai Ahli Kitab! Bersatulah atas nama Tuhan untuk melawan Iblis. Sungguh Iblis adalah makhluk angkuh yang sombong terhadap Tuhannya hingga ia jatuh dari Surga ke Neraka. Atas kesombongan itulah dia mengajak banyak anak Adam untuk ikut menemaninya kelak di Neraka yang abadi selamanya.

Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh. (Petrus [5]: 8-9)

Dan sesungguhnya iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka lalu mereka mengikutinya, kecuali sebahagian orang-orang yang beriman. Dan tidak adalah kekuasaan iblis terhadap mereka, melainkan hanyalah agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman .... (QS Saba' [34]: 20-21)

Hai Ahli Kitab! Berimanlah! Percayalah! Bersatulah!

Dan sekiranya Ahli Kitab beriman dan bertakwa, tentulah Kami tutup (hapus) kesalahan-kesalahan mereka dan tentulah Kami masukkan mereka ke dalam surga yang penuh kenikmatan. (QS Al-Maa'idah [5]: 65)

Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (di antara mereka) yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal shaleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS Al-Maa'idah [5]: 69)

***


Maraji’ (sumber):
Al-Qur’an, Al-Karim
Al-Kitab, Injil
Noreagaaa dan Achernahr - The Arrivals


Syukran (terima kasih):
Moses (Musa as.) untuk menyampaikan Torah (Taurat)
David (Daud as) untuk menyampaikan Mazmur (Zabur)
Yesus (Isa as.) untuk menyampaikan Injil
Muhammad saw. untuk menyampaikan Al-Qur’an
Ahmad Deedat - The Choice, Dialog Islam-Kristen
Harun Yahya - Ritual Setan (dokumenter)
Noreagaaa dan Achernahr - The Arrivals (dokumenter)


Ditemani Clint Mansell - Death is the Road to Awe dan Outlandish - Angels Lower Their Wings
Bumi Allah, 1 Ramadhan 1432 H – 1 Agustus 2011 M
Annas Ta’limuddin Maulana