Arsitektur

Konten yang berisi materi, tugas, dan karya, khususnya saat menjadi mahasiswa arsitektur.

Grafis

Konten yang berisi kumpulan dan koleksi karya grafis pribadi.

Islam

Konten yang berisi pemahaman materi, perspektif pribadi, dan artikel ringan yang dikemas dalam bahasa yang mudah dimengerti.

Informatika

Konten yang berisi kumpulan materi dan karya dalam menggarap bidang informatika.

Wisata

Konten yang berisi catatan perjalanan dalam berwisata, baik berupa sekedar jalan-jalan, backpacking, studi banding, tour, dll.

Jumat, 25 September 2009

Remaja dan Islam, Islam dan Remaja

“Wuih! Kayaknya kalo denger kata ‘remaja’ sama kata ‘Islam’ disatuin serasa ngeliat air sama minyak yang disatuin dalem satu gelas iya ga sih? Dunianya satu cuman dunianya beda. Dunia remaja, ya dunia remaja. Dunia Islam, ya dunia Islam.”

Eh, pendapat di atas bener ga sih? Masalahnya banyak orang berpendapat kayak gitu lho. Tapi masalah yang lain, pendapat itu bener ga sih?

Emang sih kalau kita lihat ‘dunianya’ masing-masing. Kebanyakan –bukan berarti semua ya– isi dunia ‘remaja’ –pake kutip– kan isinya emang agak-agak ‘frontal’ (baca: ga sama) dengan dunia Islami. Coba kita bongkar isi dunianya ya!


Dunia Remaja:

Tujuannya:

1. Mencari keeksistensian dunia.

2. Ingin dianggap ngetren, gaul dan sebagainya

3. Ga mau dianggap kuper sama temen-temennya

Misinya:

1. Memulai diri untuk biasa seneng sama ‘temen-temennya’ (adaptasi)

2. Deket sama musik-musik yang lagi ‘ngetren’ (ex.: pop, rock, indie, etc.)

3. Deket sama tontonan-tontonan ‘gaul’ (ex.: cinta-cintaan, musik, film-film bioskop yang udah tayang di TV, bola –buat cowo’–, dsb.)

4. Deket sama mode-mode baju yang lagi ‘in’ (ex.: indies, ngetat, pendek, transparan, rombeng-rombeng, kusem, dsb.)

5. On-Line, on-line, on-line, on-line. (Facebook, Twitter, YM, dll)

6. Pacaran! Hmmm.

7. Ngeceng! Jangan lupa, hehehe.

8. Nonton di bioskop, jalan-jalan ke distro, makan di resto, dll.

9. Main sama temen segeng, nongkrong di tepi jalan, dll.

10. Ngerokok, mabuk-mabukan, hippies, drugs

11. Muka kusem ga karuan; ditindik; ditato; rambut emo, allay, gimbal, dsb.

12. Ngegeng, gep-gepan, dsb.

13. Dan masih banyaaak lainnya yang pasti ga akan muat buat dimasukin semua ke artikel ringan ini

Program Kerja:

Mengalir apa adanya, ga terorganisir, yang penting mah ikutin aja segala yang lagi ngetren

Iya ga sih remaja kayak gitu? Sekarang ke dunia Islam, yuk! Kita bongkar satu-satu!

Dunia Islam:

Tujuannya:

Hanya satu: Mendapat ridha Allah swt. dengan cara beribadah kepada-Nya

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (QS Adz-Dzariyaat [51]: 56)

Misinya:

1. Menshalihkan diri sendiri

2. Menshalihkan keluarga

3. Menshalihkan masyarakat

4. Menshalihkan bangsa (komunitas tak terikat hukum)

5. Menshalihkan negara (komunitas terikat hukum)

6. Menshalihkan dunia serta alam semesta!

Program Kerja:

1. Mencari ilmu Islam terpercaya dari mana pun sumbernya (ustadz, tempat-tempat Islami, buku, kegiatan Islami, dll)

2. Ikut organisasi Islami (Remaja Masjid, Dewan Keluarga Masjid, dll)

3. Daaan lainnya

That’s it! Cuma itu tentang Islam. Hehehe, beda jauh ya? Hmmm, tapi iya gitu bener kayak gitu? Sekarang kita coba tanya pendapat dari masing-masik ‘penganut’ dunia itu untuk mengomentari satu sama lain.

Kata mereka ‘penganut’ dunia remaja:

“Iya sih, Islam itu bener, cuma gua belum bisa ngikutin nih. Nunggu tua aja deh atau enggak kalau hidayah udah dateng ngejemput.”

Kalau kata mereka ‘penganut’ dunia Islam:

“Mmm, mereka emang ga 100% salah, cuma mereka memang harus dibenerin. Jangan dimusuhin, justru dideketin agar dapat sama-sama merasakan nikmatnya risalah ini.”

Riset diatas dilakukan kepada para remaja yang berbeda idealisme di kota Bandung dengan sampel sebanyak ‘sekian’ manusia –apa sih–. Sekarang gimana kata Sahabat? Sahabat bisa milih kan yang mana yang lebih benar dan yang mana yang lebih menjurus ke arah yang lebih salah –maaf bahasanya ribet–.

Emang sih dunia remaja ga 100% salah atau ga bener, tapi tau ga, ternyata dunia remaja itu ada yang Islami lho. Singkatnya ternyata dunia remaja dan dunia Islam bisa disatuin! Lha gimana enggak, emangkan di dalam Islam juga ada bagian yang ngurusin masalah keremajaan

Jalan hidup remaja juga kan ada yang Islami. Coba liat kesejarah dulu ya. Nabi Muhammad saw. waktu remaja sudah mengikut perkumpulan anti-maksiat lho di zamannya yang padahal maksiat lagi ‘nge-tren’, namanya Hilful-Fudhl. Itu di usia remaja!

Coba liat Usamah ibn Zaid, cucu angkatnya rasulullah saw.. Di usianya yang masih 17 tahun, Usamah sudah dapat menjadi jendral yang memimpin seluruh kaum muslimin ngelawan bangsa Romawi-Byzantium yang pada saat itu adalah Negara adikuasa –kalau sekarangnya mah mungkin ‘Amerika’nya–! Bayangkan, 17 tahun! Itu di usia remaja!

Coba liat Sultan Muhammad Al-Fatih, sultan kehilafahan Turki Ustmani/Turki Ottoman. Di usianya yang masih 18 tahun, beliau sudah dapat menjadi jendral yang memimpin kaum muslimin untuk menaklukan ibu kota Byzantium, Constantin (Konstantinopel), sebuah kota yang paling ‘tak tertembus’ pada zamannya, kemudian beliau taklukan dan namanya diubah menjadi Islambul (Istanbul)! Hmmm, bayangkan, 18 tahun! Itu di usia remaja!

Coba liat Imam Syafi’i, imam Mahzab Syafi’i. Di usianya yang masih 13 tahun, beliau sudah menjadi seorang hafidz (hafal Al-Qur’an Al Kariim)! Sudah dapat menjadi seorang da’i dan ilmu fikhnya sudah dipercaya oleh ulama-ulama lain yang usaianya jauuuh lebih tua darinya. Ckckck, bayangkan, 13 tahun! Itu di usia remaja!

Dan di zaman sekarang, alhamdulillah udah mulai muncul remaja-remaja generasi rabbani –tapi baru sedikiiit, heu–. InsyaAllah, sekarangkan sudah banyak Lembaga Aktivis Dakwah Sekolah/Kampus (LDK/S) yang menjamur dimana-mana, semoga dengan itu kembali akan tercetak nama-nama ‘Muhammad’, ‘Usamah’, ‘Al-Fatih’ dan ‘Syafi’i’ lainnya –amiiin–.

So, ga ada alesan buat mereka yang remaja untuk ga meng-Islami, dong. Coba bandingin remaja-remaja ‘penganut’ dunia remaja dengan beliau-beliau yang telah diterangkan diatas. Dikala remaja-remaja sekarang pacaran, rasulullah saw. muda udah ikut perkumpulan anti maksiat! Dikala remaja-remaja sekarang ngeceng, Usamah dan Sultan Al-Fatih muda telah menjadi seorang jendral! Dikala remaja-remaja sekarang ngegeng, ngumpul ga jelas, ngerokoklah, mabuk-mabukanlah, Imam Syafi’i muda telah menghafalkan Al-Qur’an!

Heu, ingin rasanya kembali melihat remaja generasi rabbani bertebaran dimana-mana. Remaja adalah awal tonggak perjuangan-Nya, maka yup bangkitkan remaja generasi muda yang siap serta istiqamah berada di jalan dakwah-Nya! Berawal dari diri sendiri untuk menjalani misi-misi Islami yang telah menjiwai. Siap? Eh, sekalian ngajak: “Ikut Lembaga-Lembaga Aktivis Dakwah, yuk!”


Bumi Allah, 5 Syawal 1430 H – 25 September 2009 M
Annas Ta’limuddin Maulana

Kamis, 24 September 2009

Dadah Ramadhan, Welcome Syawal! Idul Fitri di Kelopak Mata!

Yeah! Bye Ramadhan, selamet Idul Fitri Semua! Hehe, dikala akhir-akhir Ramadhan usai, disaat hari fitri didepan mata, jari ini sibuk ngirim sms ucapan sambut idul fitri mengenang Ramadhan, maenin kembang api di belakang rumah –udik, masa kecil kurang bahagia nih, hehe becanda–, pesta BBQ, rame-ramean maen sama temen-temen, atau sekulimet kegiatan anak muda remaja baru gede –maklum? –.

Temen-temen, perlu kita sadari pula, dikala akhir-akhir Ramadhan itu usai, dikala itu pulalah, 14 abad yang lalu, dikala Islam masih berada di jaman mudanya –dikala jaman Rasulullah Muhammad saw. –, beliau saw. bersama para sahabatnya menangis, menangis karena bulan suci itu akan pergi.

“Lho? Kenapa bukannya seneng?”



Gimana mau seneng? Pahala itu telah pergi, rahmat, magfirah, juga ampunan obralan itu telah pergi. Begitupun malam Al-Lail Al-Qadar dimana pahalanya sepantar dengan +- 80 tahun –1.000 bulan–. Pahala Al-Qur’an dengan 10 kali lipat yang kemudian dikalikan 700 kali lipat lagi itu telah tiada. Pahala shalat sunnah yang diganjar sepantar shalat wajib dan shalat wajib yang digandakan 70 kali lipat pun pergi. Zakat, infaq, shadaqah, serta amalan lainnya yang dijanjikan Surga itu telah pergi! Tiada lagi pahala ketika kita tidur atau bahkan bernafas!

Maka bagaimana dengan kita dalam meninggalkan Ramadhan dan menyambut Syawal? Persiapan seperti apakah kita dalam menghadapi Ramadahan dan menanti datangnya Syawal? Malu seharusnya melihat nabi menangis sedangkan kita berpesta pora!

Introspeksi! Seharusnya itu yang yang dilakukan. Tidak! Jika tidak dilakukan, maka sia-sialah Ramadhan kita kemarin! Apakah tujuan bertaqwa seperti yang tercantum di QS Al-Baqarah 183 telah tercapai? Bagaimana targetan kita? Tilawah kita? Shalat dan shadaqah kita?

Sambut Syawal dengan barang baru? Maka apakah hati kita baru? Telahkah kita membeli hati baru di department store sebelum Syawal itu tiba?

Maka. Yup, dengan sepenuh hati dan tulus ikhlas di hati, ‘kami’ mengajak:

“Mari sambut hari dengan hati nan fitri di bulan Syawal yang memanti!”

Jangan jadikan sia-sia bulan Ramadhan kita kemarin hanya dengan capek menahan lapar serta dahaga atau bahkan nafsu, jika akhirnya kita umbar-umbar lagi. Percuma saja mengirim sms ucapan maaf jika setelah ramadhan kita angger kekeuh keras kepala sama sifat buruk kita kemarin. Heu, sia-sia.

Hanya sebuah ajakan, lebih baik diamalkan, jangan sampai terlewatkan:

1. Introspeksi, benarkan hati diri sendiri

2. Istiqamah, tetap berada di jalan amal kebaikan. Konsisten dengan sifat baik kita selama Ramadhan

3. Refresh ulang otakmu, ciptakan masa depanmu, untuk terus maju!

4. Sering-sering beramal dan tingkatkan setelah benar-benar istiqamah dan refersh diri, apalagi jika telah muhasabah dan introspeksi diri

5. Dan yang terakhir, the last one that we hard to do: jauhi maksiat yang kemarin masih di jalani! Sia-sia kalo tuh maksiat masih jadi hobi! Hehe.

Gimana? So, what will we do buat melepas Ramadhan yang indah tenggelam serta menghadang Syawal yang cantik untuk terbit? Idul Fitri udah di kelopak mata, Sob! Dadah Ramadhan! Welcome Syawal!


Bumi Allah, 4 Syawal 1430 H – 23 Septembar 2009 M
Annas Ta’limuddin Maulana

Rabu, 23 September 2009

Biar Liburan-Lebaran Loe Ga Bete!

Hehehe, liburan datang, lebaran menghadang! Haha, mantap, liburan-lebaran, liburan lantaran lebaran, setahun sekali, Sob! Waaah, mau ngapain nih enaknya. Mmm, pasti banyak agenda untuk dijalankan, melihat begitu banyaknya kegiatan yang bisa kita jalanin di liburan kali ini, di lebaran yang akan nanti.

Eiiits, tar dulu, jangan langsung mikir entar mau ngapain aja ih! Pikirin dulu, temen-temen, kemarin kita udah melewatkan suatu momen penting nih, yakni Ramadahn watunya bershaum-shaum ria, nah, gimana nih, setelah kita melewati adrenalin tantangan kita di bulan Ramadhan kemarin, sekarang di liburan-lebaran kita mau ngapain nih?

Jangan lakukan hal yang sia-sia, sebagai hasil dari tempaan juga binaan di bulan Ramadhan kemarin! Sip, itulah yang seharusnya temen-temen pikirkan sebelum ngebuat jadwal agenda isi liburan-lebaran. Nah bingung ya sekarang mau jadi ngapain aja –soalnya tadi yang kepikiran di pengisi liburan-lebaran adalah hal yang sia-sia, iya kaaan?–. So, mau tau refensi-refrensinya buat liburan kemarin?


“Mau, mau!”

Oke deh, nih saya kasih refrensi yang murni keluar dari hasil pemikiran, keringat serta paksaan otak untuk mengeluarkan ide yang kemudian di tuangkan kedalam sebuah artikel ringan ini saya atas semua teori dasar bermain tanpa melakukan hal yang sia-sia –he, geuleuh gini bahasanya–. Mau tahu apa aja? Niiih:

1. Buat temen-temen yang hobi baca! Yup kita hunting buruan bacaan nan bermanfaat! Udah nungguin kita tuh toko-toko buku buat kita datengin! Ga percaya? Tuh ada Gramedia, Togamas, Gunung Agung, Palasari, mmm, atau stand-stand bazar + seminar yang isinya jualan buku tuh! Atau bisa minjem juga buat yang ga punya duit banyak! –haha–

2. Buat yang demen ber-adventure ria! Oke, kita rihlah alias bercape-cape ria demi mendapatkan sensasi petualangan! Berani? Tuh gunung udah nantengin kita buat di daki –ceritanya ada gunung yang cengos nantangin kita buat didaki, hehe–, ada Tangkuban Parahu! Manglayang! Puntang! Ato kalo ga mau terlalu garing, kemping aja sekalian! -_-“

3. Buat yang doyan jalan-jalan? Ajakin ummi sama abi –your mother and your father– + keluarga lainnya –adek, atau kakek, eh kakak, kakek juga ga ada salahnya sih kalau diajakin bareng nenek– atau temen-temen se-geng pergi ke tempat-tempat pameran buku islami atawa seminar-seminar remaja islami yang dijamin mata ga akan nutup juga nangis –alias ngantuk atau ngebosenin, hehe–, yup! Dapet banyak hikmah tuh! –hati-hati buat ikhwan yang salah niat ke pameran islami buat ngeceng akhwat berjilbab tuh! Haha!–

4. Buat yang seneng shopping! Kali-kali ke disto islami dong buat beli baju-baju sama pernak-pernik uchuld[1] –alay mode:on– islami! Alifa, Rabbani, Shafira, Fahira atawa[2] tempat shopping islami lainnya? –wuih, jadi promosi distro islami gini? –. Kali-kali tampak cantik pake baju muslim-muslimah tuntutan syar’I dooong, hehe –bercanda, suer, cuma ngajak ke arah kebaikan doang -_-‘–.

“Heu, saya mah ga bisa pergi kemana-mana eung, huhu, sedih.”

5. Hehe, “jangan bersedih oh kawanku, aku masih ada disini!”. Tenang! Buat loe yang kekerem[3] –baca: terjebak, terkurung, atau terperangkap– di rumah! Temen-temen kan bisa baca buku atawa nonton DVD positif yang kemarin udah temen-temen beli –jangan yang negatif ya! Justru yang saya saranin buku atau film yang berlatarkan Islam! –. Lumayan tuh, pengisi waktu luang dengan agenda positif.

6. Daaan seabreg kegiatan positif lainnya yang tak dapat saya tuliskan lagi di artikel ini karena telah over memenuhi batas ujung nulis di bagian kali ini. –hehe–

Sekiaaan. So! No more alesan lagi buat kita untuk ngisi liburan-lebaran kita dengan kegiatan positif, ok?! Ada lagi some idea buat ngisi liburan-lebaran sensasi positif? ^^


Bumi Allah, 4 Syawal 1430 H – 23 September 2009 M
Annas Ta’limuddin Maulana


[1] Uchuld = Lucu (bahasa alay)

[2] Atawa = Atau (bahasa Sunda)

[3] Kekerem = Terkurung (bahasa Sunda)