Arsitektur

Konten yang berisi materi, tugas, dan karya, khususnya saat menjadi mahasiswa arsitektur.

Grafis

Konten yang berisi kumpulan dan koleksi karya grafis pribadi.

Islam

Konten yang berisi pemahaman materi, perspektif pribadi, dan artikel ringan yang dikemas dalam bahasa yang mudah dimengerti.

Informatika

Konten yang berisi kumpulan materi dan karya dalam menggarap bidang informatika.

Wisata

Konten yang berisi catatan perjalanan dalam berwisata, baik berupa sekedar jalan-jalan, backpacking, studi banding, tour, dll.

Senin, 06 Januari 2014

Sejarah Arsitektur: Arsitektur Art and Craft

VIII. Masa Industrialisasi
- Budaya: modern
- Nilai: kapitalisme
- Contoh: Eiffel Tower, Crystal Palace
- Warisan: teknik konstruksi baru, material baru (beton, baja)
- Keprofesian arsitek: bersifat insinyur, skala proyek besar
- Keterangan: munculnya arsitektur modern

Dunia mengalami kejadian yang luar biasa ketika Prancis mengalami revolusi politik ketika sistem pemerintahan monarki (kerajaan) dianggap sebagai sistem pemerintahan yang menguntungkan  kalangan bangsawan saja tidak bagi rakyat. Sehingga terjadinya pemberontakan yang membuahkan sistem pemerintahan republik. Sebenarnya sistem pemerintahan republik sudah dipraktekan di era klasik (Yunani akhir dan Romawi awal sebelum menjadi imperium), namun semenjak era klasik jatuh dan menjadi era kegelapan (dark age) sistem pemerintahan monarki menjamur. Sistem monarki kini dianggap sudah usang, sesuai dengan nilai kapitalisme, kini peradaban banyak diambil oleh borjuis bukan bangsawan lagi. Sehingga tidak menutup kemungkinan siapapun bisa menjadi borjuis dengan usahanya sendiri dan kejadian ini melahirkan ideologi kapitalisme.

Dunia juga mengalami kejadian luar biasa lain ketika sains semakin berkembang di Eropa dan Inggris menjadi saksi yang melahirkan adanya mesin uap sebagai teknologi modern pertama. Kemunculan tokoh-tokoh penemu seperti James Watt, Siemens, Morse, Graham Bell, Thomas Edison, Rudolf Diesel, Daimler-Benz, dan Marconi membuat teknologi berkembang pesat dan berdampak pada sistem perekonomian yang tadinya agraris kini menjadi industri dengan adanya revolusi industri.

Masa modern dimulai setelah revolusi politik banyak mengubah negara monarki menjadi negara republik dan revolusi industri mengubah perokonomian agraris menjadi perekonomian industri yang seluruh rangka masa itu didominasi oleh kapitalisme. Masa modern dilihat dari sisi arsitektural melahirkan teknologi baru dalam konstruksi yakni beton dan baja. Dengan beton banyak jembatan berbentang panjang dapat dibuat serta dengan baja banyak menara tinggi diciptakan yang kesemuanya lebih memfasilitasi industrialisasi. Sistem guilda (gotong royong) ditinggalkan, sitem mesinisasi dilakukan. Begitupun dalam proses membangun. Banyak pekerja dan tukang kehilangan pekerjaan karena kalah saing dengan mesin. Kedepannya kapitalisme buta ini akan menyebabkan masalah perbedaan ideologi (dengan sosialisme) termasuk dalam arsitektur.  Battle of style.

Masa modern meninggalkan banyak karya arsitektural yang tidak berpreseden. Keindahan dilihat dari segi idealisme arsitek dan fungsional arsitektur. Tipologi baru serta bentuk-bentuk unik ditemukan dan semua hanya demi industrialisasi. Contoh karya arsitektural di masa industrialisasi dan modern awal ini adalah Eiffel Tower dan Crystal Palace yang kedepannya menjadi monument hagemoni industrialisasi internasional.
Gambar Joseph Paxton - Crystal Palace, Inggris; bangunan modern pertama dengan fasad penuh kaca, telah hancur akibat Perang Dunia II 

Gambar Gustave Eiffel - Eiffel Tower, Prancis; menara modern pertama dengan struktur baja terbesar di masanya

Gambar Louis Sullivan, Dankmar Adler - Prudential Building, Amerika Serikat; gedung pencakar langit pertama

IX. Arsitektur Art and Craft
- Budaya: modern
- Nilai: sosialisme (mengatasi industrialisasi)
- Preseden: arsitektur klasik, romanesk, & gotik
- Contoh: William Morris: Wightwick Manor; Phillip Web: Red House
- Keprofesian arsitek: bersifat seniman eklektik, skala proyek kecil, arsitek terkenal A. W. N. Pugin, John Ruskin, Violet le Duc,William Morris, Philip Webb

Battle of Style kembali terjadi bahkan lebih nyata. Jika sebelumnya Nampak saing antara arsitektur romanesk dan arsitektur gotik mengenai keteraturan dan kebebasan berekspresi, kemudian arsitektur gotik dan seni renaisans mengenai persepi indentitas klasik, kemudian seni renaisans dan arsitektur barok-rokoko mengenai paham eklektik keindahan dan ideologi secara sempit, begitupun arsitektur barok-rokoko dan arsitektur neo-klasik antara seni liar dan kembali teratur.

Battle of Style kini antara bias arsitektur neo-klasik berevolusi menjadi seni industrialisasi yang dilawan oleh arsitektur art and craft mengenai ideologi secara luas.

Battle of style kini didasari oleh ideologi. Masa industrialisasi yang banyak melakukan penciptaan menggunakan industry dan mesin menjadi lawan tangguh budaya yang lebih lama terbentuk yang dilakukan oleh arsitektur art and craft yakni guilda (membangun bersama-sama/gotong royong) dan oleh tangan manusia (para tukang).


 Gambar antara sistem guilda (gotong royong) dan industrialisasi arsitektur

Masa industi secara akut telah banyak mengubah kebudayaan. Menjadi kaum borju yang kaya adalah tujuan hidup, semua aspek hidup harus memberikan keuntungan materi. Termasuk saat membangun, para tukang dinilai lebih mahal bayarannya daripada dilakukan pembangunan yang dilakukan oleh mesin yang hanya perlu bahan bakar dan perawatan. Para tukang banyak kehilangan pekerjaan dan aspek tersebut yang dianggap masalah bagai praktisi arsitektur lain yang menciptakan langgam arsitektur art and craft.

Masa industi dilawan, berawal dari inspirasi yang diciptakan oleh Augustus Welby Northmore Pugin (A. W. N. Pugin) dan John Ruskin yang banyak melakukan eksplorasi tukang, arsitektur art and craft ini lahir dan berkembang. Kunci utama dari arsitektur ini adalah bagaimana tukang menjadi peran penting dalam penciptaan desain. Arsitek memiliki konsep dan mengatur segala proses penciptaan dan tukang yang mencoba mengekspolrasi detai dan elemen estetis desain arsitektur. Sangat bertolak belakang dengan masa industri yang mengesampingkan tukang.


Gambar arsitektur gotik yang banyak mengeksplorasi detail menjadi preseden arsitektur art and craft

 Sketsa Violet le Duc yang mengeksplorasi detail

Arsitektur art and craft di era awal karya A. W. N Pugin yang banyak mengeksplorasi desain ala tukang sehingga dinilai lebih dinamis dari arsitektur di masa industri. Leighton Poultry di atas menjadi inspirasi arsitek art and craft lain dalam berkarya.


 Augustus Welby Northmore Pugin - Leighton Poultry House, Inggris

Arsitektur art and craft berkembang pesat di Eropa (khususnya Inggris) dalam proyek domestik bersekala kecil (berupa tempat tinggal atau ibadah, dll.) yang jauh berbeda dengan arsitektur masa modern yang banyak digunakan untuk bangunan kerja (kantor) dan fasilitas umum lain yang berskala besar.


 William Morris - Wightwick Manor, Inggris

Philip Webb - Standen, Inggris




 William Morris, Philip Webb - Red House, Inggris


Arsitektur art and craft yang berkembang di Eropa banyak memainkan batu sebagai citra bangunan.

 Augustus Welby Northmore Pugin - Woodchester Mansion, Inggris

Baillie Scott - Blackwell, Inggris

 Edgar Wood - Edgar Wood Center, Inggris

Arsitektur art and craft pada akhirnya sampai di Amerika Serikat dan pada penerapannya konsep guilda masih dilakukan ada pembangunan, begitupun pemerhatian terhadap detail, namun di Amerika mulai dikembangkan kayu sebagai citra bangunan.


Bernard Ralph Maybeck - First Church of Christ Scientist, Amerika Serikat
 Greene & Greene - Gamble House, Amerika Serikat
Greene & Greene - Thorsen House, Amerika Serikat 
Julia Morgan - Asilomar Conference Grounds, Amerika Serikat
Julia Morgan - St. John's Presbyterian Church, Amerika Serikat

Rabu, 10 Juli 2013

10072013, Hal Baru yang Membarukan

Diawali oleh doa setelah bangit kembali dari tidur dan melihat jam. Kala itu menunjukan pukul 4 lebih. Menunggu untuk sedikit lebih larut, hingga akhirnya mulut menyantap makanan yang ada. Subuh tiba, ritual harian dengan tepat waktu berhasil dilaksanakan setelah melaksanakan ritual lain yang kebaikannya melebihi bumi dan isinya. Dalam kantuknya seusai beribadah, kembali badanpun terlempar dan terpejam sesaat.

Matahari telah muncul dari ufuk timur, mata yang tersibak cahaya kembali mengisyaratkan badan ini untuk beraktivitas dan berharap itu dalah hal yang bermanfaat. Menengok peliharaan yang sedang tertidur, bangunlah mereka semua karena suara plastik yang berisi makanan. Setelah perut mereka membuncit, akhirnya tangan yang lain bisa mengurus barang-barang yang banyak digunakan namun lupa untuk dipenuhi keterawatannya.

Semua mengkilap dan siangpun mulai terasa, bersuci setelah berkotor-kotor memenuhi hak barang-barang yang ada menghantarkan diri pada kala tengah hari yang masih kurang sekian menit. Tak lupa mengharap rizki-Nya, ruh ini tergerak untuk menatap Tuhan yang kala itu menjanjikan mudahnya rizki pada barang siapa yang menjadikan dirinya sebagai tamu-Nya. Mudah sekali bagi-Nya dalam memberi, karena memang Dia maha pengasih. Kalamnya, yang genap melaksanakan ritual tersebut dalam 12 paket ibadah akan Dia bangunkan 1 istana di negeri impian kelak.


Tak terasa waktu berlalu, sedikit menikmati mentari, panggilan siang berkumandang. Kembali menyucikan diri dan menghampar sajadah, ritual sunnah yang dicontohkan Sang Rasulpun dilakukan, kemudian berjalanlah kedua kaki ini ke tempat dimana komunitas yang Rasul bangun melakukan ritual wajib bersama. Silaturahim menjadi cemilan yang asik setelahnya, kemudian memakmurkan rumah dengan kembali melakukan ritual yang juga dilakukan oleh Sang Rasul.

Sembari memutar pengeras suara yang melantunkan Outlandish dan Sami Yusuf dari media digital, akalpun mulai sedikit bertafakur. Indahnya jika hari diisi pula dengan lantunan kalam-Nya, pikirnya. Huruf demi huruf dibaca dengan asyik, melupakan waktu yang ternyata telah lewat 1 jam, bertepatan pula telah selesainya 1 bab dari 30 bab yang ada. Kembali mata melirik peliharaan setelahnya. Sedikit terlena, memori ini lupa akan tugas yang telah lama menggunung. Pekerjaanpun mulai dilakukan dengan sedikit kantuk, tak terasa panggilan sore kembali terdengar sayup-sayup tertandingi pengeras suara yang masih bernyanyi.

Langkah berlari kecil dan sampailah pada rumah-Nya yang paling dekat. Dia memang memiliki banyak rumah untuk dikunjungi. Bertemu sapa dengan tetangga yang ada dan memandangi ruang yang penuh dengan mukena-mukena kecil yang didalamnya terdapat pribadi-pribadi yang masih suci, ternyata ada program pendidikan spesial saat itu. Kembali pulang dan sedikit mengistirahatkan raga. Petang hampir menjelang saat mata terbuka. Tak lama dalam hiitungan setengah jam, panggilan petang akhirnya membuat pikir ini yakin, saatitulah perut ini dan ribuan bahkan jutaan perut lain di daerah ibu kota Jawa Barat dapat menyantap makanan, setelah seharian cukup bersabar, semoga sabar tersebut lebih mendekatkan diri kepada Tuhannya.

Semua rentetan kejadian ini memang sering terulang, khususnya sebagai momen tahunan. Namun itulah yang cukup dirindukan. Momen yang membuat diri lebih spesial dari biasanya, momen yang membuat-Nya pun lebih spesial dari biasanya. Refleksi Sang Rasul dapat sedikit dilakukan dengan hikmah dari aktivitas sehari ini, jika biasanya sibuk dengan tugas dan sekelumit aktivitas duniawi, kini doa bagi-Nya dikala dini hari menghantarkan pada begitu banyak berkah terkhusus bagi terpenuhinya nikmat batin dengan ketenangan. Ramadhan namanya, sepotong masa yang puji syukur kembali mengingatkan diri akan hakikat-Nya dan sepotong masa yang sedikit memberi rasa baru bagi saya, muslim yang baru.


Bumi Allah, 2 Ramadhan 1434 H – 10 Agustus 2013 M
Annas Ta'limuddin Maulana